OPTIMISME pasar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian menguat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai level 10.000 bukanlah target yang mustahil dicapai pada 2026.
Sejumlah sentimen fundamental dinilai menjadi penopang utama penguatan pasar saham Indonesia. Berikut daftarnya:
1. Optimisme Pelaku Pasar terhadap Perbaikan EkonomiPelaku pasar menaruh harapan besar bahwa kondisi perekonomian nasional akan terus membaik pada 2026. Optimisme ini menjadi bahan bakar utama pergerakan IHSG, seiring keyakinan bahwa Indonesia berada pada jalur pertumbuhan yang lebih kuat.
2. Target Pertumbuhan Ekonomi 6% Dinilai RealistisPemerintah menilai pertumbuhan ekonomi 6% year-on-year (yoy) bukan angka yang mustahil dicapai. Fondasi ekonomi yang sudah membaik saat ini diyakini akan semakin solid pada 2026, sehingga mendorong aktivitas bisnis dan investasi.
3. Sinkronisasi Kebijakan Pemerintah dan Bank IndonesiaKoordinasi kebijakan antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan otoritas terkait dinilai semakin selaras. Sinkronisasi ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan stabilitas makro yang kondusif bagi pasar keuangan.
4. Kendali Penuh Menkeu Sepanjang Tahun 2026Berbeda dengan tahun sebelumnya, mulai 2026 Menteri Keuangan akan mengendalikan kebijakan fiskal selama satu tahun penuh. Kondisi ini memberikan ruang lebih besar untuk konsistensi kebijakan ekonomi dan eksekusi program yang berdampak langsung ke pasar.
5. Pertumbuhan Ekonomi Mendorong Laba PerusahaanEkonomi yang tumbuh lebih cepat akan menjadi landasan peningkatan keuntungan emiten. Kinerja keuangan perusahaan yang membaik pada akhirnya akan tercermin pada valuasi saham dan pergerakan IHSG.
6. Daya Tarik bagi Investor yang JeliDengan kombinasi kebijakan yang solid dan prospek ekonomi yang cerah, pasar saham Indonesia dinilai semakin menarik. Investor yang mampu membaca momentum berpeluang mendapatkan keuntungan lebih awal sebelum IHSG mencapai level psikologis baru.
Kesimpulan:Penguatan IHSG menuju level 10.000 tidak hanya didorong sentimen jangka pendek, tetapi ditopang oleh fundamental ekonomi, koordinasi kebijakan, serta prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Jika faktor-faktor tersebut terealisasi dengan baik, target ambisius tersebut dinilai realistis untuk dicapai. (Z-10)




