Ojol di Sleman yang Dianiaya Tukang Parkir Pilih Tak Lapor Polisi

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kurir pengantar makanan berinisial I yang dikejar dan dianiaya tukang parkir di depan sebuah rumah makan di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, memutuskan tak melaporkan kasus tersebut ke polisi.

"Untuk langkah hukum kita sudah sepakat: enggak," kata Ketua Forum Ojek Online Yogyakarta Bergerak (FOYB) Rie Ramawati, dihubungi pada Jumat (2/1).

Wuri, panggilan Rie, bilang ada alasan kemanusiaan di balik keputusan tidak melapor ke polisi itu. Selain itu tukang parkir tersebut juga telah meminta maaf dan berjanji tidak menarik uang parkir untuk seluruh driver "online".

"Karena kan, mengingat ya mesakke (kasihan) juga tukang parkirnya," ujar Wuri.

Ojol Tak Dikenai Biaya Parkir

Wuri mengatakan selama ini mayoritas tukang parkir di Yogya tak menarik parkir kepada ojol.

Wuri mengatakan tarif parkir sekitar Rp 2 ribu cukup membebani ojol. Terlebih mereka datang ke rumah makan hanya untuk ambil orderan yang tak butuh parkir dalam waktu lama.

"Tarif kita kan cuma Rp 5 ribu. Double order kita kadang cuma dapat Rp 7.200, triple order dapat Rp 10 ribu tok, tiga resto. Kalau kena parkir semua kita tidak dapat apa-apa," katanya.

Sementara jika ojol meminta tambahan ke pelanggan karena dikenai parkir di rumah makan, dikhawatirkan pelanggan salah paham.

"Nanti customer salah paham dikira driver minta uang lebih. Serba salah juga," katanya.

Wuri berharap apa pun yang terjadi jangan sampai ada kekerasan kepada rekan-rekan ojol.

Kondisi Korban

Dalam kasus ini I dipukuli dengan payung oleh pelaku. Meski begitu menurut Wuri kondisi korban saat ini sudah membaik. Dia juga telah kembali bekerja.

"Sudah narik lagi," ujarnya.

Salah Paham Berujung Keributan

Peristiwa ini viral di media sosial. Unggahan berupa video itu disertai narasi kronologi peristiwanya.

Polisi telah turun tangan menyelidiki kasus ini. Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun mengatakan sejumlah pihak telah dilakukan klarifikasi oleh penyidik. Rekaman CCTV di sekitar lokasi juga sudah dicek.

"Klarifikasi kepada sejumlah saksi, pihak rumah makan, serta warga sekitar. Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan rekaman CCTV guna memperoleh gambaran utuh terkait peristiwa yang terjadi," katanya.

"Dari hasil pengecekan awal, diketahui bahwa peristiwa bermula dari kesalahpahaman terkait parkir yang kemudian berujung pada adu mulut dan keributan antara kedua belah pihak," ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
SOCI Siapkan Camping Akbar 2026 Perkuat Solidaritas Anggota
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Waspada Gatal Jamur di Iklim Tropis, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kunjungan Monas Melonjak Tajam, Tembus 72 Ribu Orang di Awal 2026
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Purbaya Tarik Rp75 Triliun untuk Belanja Kementerian, Pastikan Tak Ganggu Sistem Ekonomi Nasional
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Yusril Respons Pemberlakuan KUHAP dan KUHP Baru: Kita Meninggalkan Sistem Kolonial
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.