Ramalan Mencekam Nostradamus 2026: Salah Satunya Sudah Terjadi di Swiss?

okezone.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Ramalan Nostradamus kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah tafsir menyebut tahun 2026 akan diwarnai peristiwa global yang mencekam. Nama Michel de Nostredame atau Nostradamus kerap dikaitkan dengan nubuat simbolik yang diyakini sebagian orang memiliki relevansi dengan kondisi dunia saat ini.

Nostradamus dikenal lewat kumpulan puisinya, Les Prophéties, yang ditulis pada abad ke-16. Tafsir terhadap ramalan tersebut terus berkembang, terutama ketika dikaitkan dengan konflik geopolitik, krisis global, hingga bencana alam yang berpotensi menyentuh pandangan hidup orang banyak.

Ramalan Nostradamus 2026 Kawanan Lebah dalam Alkitab

Lebah dalam konteks Alkitab sering diartikan sebagai peringatan atau ujian besar. 
Dikutip dari laman nypost, Jumat (2/1/2026), sang peramal legendaris menuliskan sebuah pesan samar: “Sekumpulan besar lebah akan bangkit… di malam hari akan terjadi penyergapan…”. Bait ini memicu berbagai analisis mendalam dari para pakar teori konspirasi.

Baca Juga :
Korban Ledakan Pesta Tahun Baru di Bar Swiss Bertambah, 40 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

Dalam konteks ini, muncul kekhawatiran akan kebangkitan rezim totaliter. Pada tahun 2026, kekuatan politik yang otoriter diprediksi akan semakin memperkuat barisannya dan mengancam stabilitas demokrasi internasional.

Tokoh Penting Tewas Tersambar Petir

Seorang pejabat/tokoh penting dunia diperkirakan tewas secara tragis akibat sambaran petir di tengah kekacauan politik. Ramalan Nostradamus ini menunjuk pada pemimpin Eropa yang jatuh karena "api dari langit". Kejadian ini berpotensi memicu pergeseran rezim kekuasaan besar. Mungkinkah tokoh yang dimaksud antara 2 tokoh penting dunia di tengah perseteruan Rusia dengan Ukraina?

Perang Besar Selama 7 Bulan

Konflik dunia diprediksi berlangsung selama tujuh bulan dengan kehancuran masif. Pasukan dari Timur dan Barat saling berhadapan, sesuai bait ramalan Nostradamus yang samar. Dampaknya bisa mengubah peta geopolitik secara permanen.

Baca Juga :
Ledakan Dahsyat di Bar Swiss saat Pesta Malam Tahun Baru, 10 Orang Tewas

Konflik Panas di Laut Lepas

Masih dikutip di nypost, dalam bait VII:26, sang peramal menuliskan pesan tentang pertempuran laut melalui kalimat: "Foist dan galai di sekitar tujuh kapal, perang maut akan dilepaskan." Penggunaan istilah kapal kuno ini ditafsirkan sebagai sinyal pecahnya konflik maritim besar yang melibatkan kekuatan militer modern.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Eks Kepala BMKG Minta Pemerintah Petakan Perubahan Aliran Sungai sebelum Bangun Huntara
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Kegiatan Tambang Nikel Vale Indonesia (INCO) Tertahan Restu RKAB 2026
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Ibu dan Dua Anaknya Tewas di Warakas, Diduga Keracunan 
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Vila di Puncak Bogor Terbakar Akibat Korsleting Listrik
• 10 jam laludetik.com
thumb
Ojol di Sleman yang Dianiaya Tukang Parkir Pilih Tak Lapor Polisi
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.