Ekonom Core Wanti-wanti Risiko Kontraksi Manufaktur pada Kuartal II/2026

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Prospek Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada 2026 diperkirakan masih bergerak fluktuatif meski tetap berada di zona ekspansi pada awal tahun. Namun, terdapat risiko kontraksi pada kuartal II/2026. 

Dalam laporan S&P Global terbaru, ekspansi manufaktur Indonesia mengalami perlambatan ke level 51,2 pada Desember 2025 atau turun dari bulan sebelumnya 53,3.

Ekonom Senior sekaligus Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, meski melambat, manufaktur menguat karena permintaan domestik. 

"Sementara tekanan biaya produksi dan lemahnya ekspor menjadi tantangan yang membayangi," ujar Faisal kepada Bisnis, Jumat (2/1/2026). 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Menurut Faisal, sinyal perlambatan sebenarnya sudah terlihat dari laporan PMI manufaktur S&P Global pada akhir 2025. Dia menambahkan, risiko lain yang tak kalah penting adalah kenaikan biaya produksi yang tercermin dari tren indeks harga produsen. 

Dari laporan PMI manufaktur yang diterbitkan oleh S&P Global pada kuartal IV/2025, Faisal melihat terdapat sinyal ekspansi terbatas yang didorong momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

Baca Juga

  • PMI Manufaktur RI Melambat di Penghujung 2025
  • Sektor Manufaktur Asia Pulih Serempak Meski Dibayangi Tarif Trump
  • PMI Manufaktur RI, Vietnam, Malaysia, Filipina Desember 2025, Siapa Unggul?

“Satu lagi yang dikatakan juga bahwa risiko peningkatan biaya produksi yaitu kelihatan dari indeks harga produsen itu memang terus mengalami peningkatan,” katanya. 

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menekan ruang ekspansi industri meski aktivitas manufaktur secara umum masih tumbuh. Lebih lanjut, Faisal menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan baku sudah diprediksi akan memengaruhi kinerja manufaktur. 

“Walaupun overall masih ekspansi karena didorong demand domestik tadi tapi potensi ekspansinya menurun di Desember karena makin tinggi inflasi produsen," tuturnya. 

Memasuki awal 2026, CORE melihat adanya fase krusial bagi keberlanjutan ekspansi manufaktur. Dorongan permintaan pada akhir tahun dinilai bersifat musiman, seiring meningkatnya konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru. 

Setelah periode tersebut, secara historis aktivitas produksi cenderung melambat kembali. Namun, situasi pada 2026 dinilai agak berbeda karena kalender ekonomi yang padat. 

“Pada saat yang sama juga Imlek dan Ramadan jadi kemungkinan PMI-nya masih tetap ekspansi di atas 50 paling tidak di Januari-Maret itu Lebaran," jelasnya.

Meski demikian, CORE memperingatkan adanya risiko pembalikan tren setelah Maret 2026. Tanpa dorongan permintaan yang kuat, PMI manufaktur berpotensi kembali ke zona kontraksi, terutama jika daya beli kelas menengah dan calon kelas menengah tidak segera pulih setelah mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir.

Faisal menegaskan efektivitas stimulus fiskal pemerintah dan pelonggaran moneter Bank Indonesia akan menjadi faktor penentu.

“Jadi kalau syaratnya tuh kalau stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah yang sudah beberapa kali efektif dan juga pelonggaran moneter oleh BI itu efektif, ini semestinya bisa mengangkat dari tingkat daya belinya lebih baik di tahun baru ini,” ujarnya.

Secara keseluruhan, CORE memproyeksikan konsumsi rumah tangga pada 2026 akan membaik secara terbatas sehingga PMI manufaktur berpeluang tetap lebih baik dibanding tahun sebelumnya. 

Namun, Faisal mengingatkan bahwa tanpa implementasi stimulus yang optimal, risiko kontraksi pada kuartal II/2026, khususnya April, masih terbuka lebar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Identitas Prajurit TNI Meninggal di Papua, Pratu Farkhan Marpaung asal Asahan
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Kawasan Menteng Akan Disulap Jadi Kampung Kuliner Tematik, Renovasi Dilakukan Tanpa APBN
• 17 jam lalupantau.com
thumb
DPR Ultimatum Kemenkes soal Virus Super Flu
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
BMKG Prediksi Hujan Dominasi Mayoritas Wilayah Indonesia pada 2 Januari 2026, Warga Diminta Waspada
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Foto: Tradisi Tahunan Perang Air di Desa Suwat, Bali
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.