Menatap Prospek Grup MIND ID 2026: Kinerja Emiten Tambang Ini Cetak Lonjakan Tajam

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan sepanjang 2025 dengan catatan positif bagi emiten pertambangan yang berada di bawah Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID.

Di tengah dinamika pasar global, strategi integrasi dan penguatan hilirisasi dinilai menjadi faktor utama yang menopang kinerja serta prospek nilai saham emiten Grup MIND ID ke depan.

Mengacu pada data penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025), PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan kinerja terbaik di antara anggota MIND ID. Saham TINS melonjak 190,65 persen secara year to date (YtD) dan ditutup di level Rp3.110 per saham.

Kinerja positif tersebut diikuti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang membukukan kenaikan 106,56 persen YtD ke posisi Rp3.150 per saham. Peningkatan ini didukung oleh prospek pasar logam mulia domestik serta ekspansi kegiatan operasional perusahaan.

Emiten nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga mencatatkan penguatan signifikan dengan kenaikan 42,96 persen YtD ke level Rp5.175 per saham.

Capaian ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam menghadapi volatilitas pasar global. Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menutup perdagangan akhir tahun di posisi Rp2.310 per saham.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menilai kinerja saham BUMN nonperbankan sepanjang 2025 menjadi penopang tambahan di luar dominasi sektor perbankan.

Menurutnya, emiten tambang seperti TINS dan ANTM memiliki dasar teknikal yang kuat untuk melanjutkan tren kenaikan.

“Sejumlah emiten pelat merah nonbank memperlihatkan tren teknikal yang positif. Saham seperti TINS, ANTM, lalu ada saham lain seperti TLKM, dan PGEO juga memiliki prospek yang relatif kuat,” ujar Nafan, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, faktor kepemimpinan dan aksi korporasi turut berperan besar dalam menjaga kepercayaan investor.

Perubahan susunan komisaris dan direksi di lingkungan BUMN dinilai memberi sinyal penguatan disiplin belanja modal serta peningkatan efisiensi operasional.

Selain itu, keberadaan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia serta wacana restrukturisasi BUMN dipandang sebagai katalis tambahan yang mendorong optimisme pasar.

“Jika dinamika Danantara berjalan konsisten dalam mengelola aset-aset strategis, peluang perbaikan kinerja emiten BUMN dan indeks terkait akan terbuka lebar menuju 2026,” pungkas Nafan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Purbaya Menkeu Potensi Pelebaran Defisit APBN Tidak Ganggu Ekonomi
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Stablecoin Privat Diprediksi Jadi Infrastruktur Pembayaran Inti Blockchain di 2026
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Alasan Registrasi SIM Card Pakai Wajah: Cegah Spam Penipuan
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Teken MoU, Dua BUMN Perkuat Industri Maritim Nasional
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jeremie Frimpong Akui Lini Serang The Reds Kurang Klinis dalam Laga Liverpool vs Leeds United
• 15 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.