Jakarta, VIVA – Mobil bertransmisi otomatis atau matik semakin digemari karena menawarkan kemudahan berkendara. Namun di balik kepraktisannya, masih banyak pengemudi yang melakukan kesalahan tanpa disadari.
Disadur VIVA Otomotif dari laman Suzuki, Jumat 2 Januari 2026, salah satu kesalahan paling umum adalah memindahkan tuas transmisi sebelum mobil benar-benar berhenti. Kebiasaan ini sering terjadi saat berpindah dari posisi D ke R atau sebaliknya.
Memindahkan tuas saat mobil masih bergerak dapat mempercepat keausan komponen transmisi. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menimbulkan kerusakan serius dan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Kesalahan berikutnya adalah terlalu sering menggunakan posisi N saat berhenti singkat. Banyak pengemudi mengira posisi ini lebih aman untuk mesin saat terjebak macet.
Padahal, penggunaan tuas D dengan pedal rem diinjak sudah cukup aman untuk berhenti sementara. Memindahkan tuas berulang kali justru dapat menambah beban kerja pada sistem transmisi.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menginjak pedal gas dan rem secara bersamaan. Kebiasaan ini biasanya dilakukan tanpa sadar oleh pengemudi pemula mobil matik.
Menginjak dua pedal sekaligus dapat membuat kampas rem cepat aus dan mengganggu kinerja mesin. Selain itu, respons mobil juga menjadi tidak optimal.
Penggunaan mode P saat mobil berhenti di tanjakan juga kerap dilakukan secara tidak tepat. Banyak pengemudi langsung memindahkan tuas ke posisi P tanpa menarik rem tangan terlebih dahulu.
Kebiasaan tersebut dapat membebani pengunci transmisi. Idealnya, rem tangan diaktifkan lebih dulu sebelum memindahkan tuas ke posisi P.
Kesalahan lainnya adalah jarang menggunakan mode L atau gigi rendah saat melewati turunan curam. Sebagian pengemudi hanya mengandalkan pedal rem untuk menahan laju kendaraan.
Padahal, mode L atau gigi rendah membantu mengontrol kecepatan dan mengurangi risiko rem overheat. Penggunaan mode ini justru membuat berkendara lebih aman di kondisi ekstrem.
Terakhir, masih banyak pengemudi yang mengabaikan perawatan transmisi matik. Padahal, penggantian oli transmisi secara berkala sangat penting untuk menjaga performa kendaraan.


