BNPB mengingatkan bahwa curah hujan tinggi di awal Januari masih berpotensi memicu banjir dan longsor susulan di wilayah Sumatera terdampak bencana. Misalnya terjadi di Sibolga, Sumut, Aceh Tamiang, hingga Kabupaten Agam, Sumbar.
Kepala Pusdatinkom BNPB Abdul Muhari menjelaskan penyebab hal itu bisa terjadi. Salah satu faktornya adalah tanah jenuh.
"Selain pemulihan dan perbaikan akses yang sempat putus di titik-titik jembatan, untuk normalisasi sungai juga terus kita percepat. Sebab, di awal tahun ini memang BMKG menyampaikan ada beberapa daerah yang akan mengalami intensitas hujan tinggi dan memang untuk operasi modifikasi cuaca," kata Abdul dalam konferensi pers di BNPB, Jumat (2/1).
Ia menjelaskan, meskipun sudah ada peningkatan armada untuk modifikasi cuaca menjadi 9, potensi banjir dan longsor di lokasi bencana terdahulu masih ada.
"Masing-masing provinsi itu 3 pesawat, tetapi tetap ada beberapa titik yang kemudian masih terjadi bencana banjir dan longsor susulan. Karena ketika kita ketahui penampang infrastruktur keairan yang belum optimal," ungkapnya.
Untuk itu normalisasi sungai pun terus dilakukan di sejumlah titik di 3 provinsi. "Sehingga ini masih terus kita lakukan, ini normalisasi sungai Lawe di Aceh Tenggara, kemudian pembersihan wilayah terdampak juga terus dilakukan, ini kita lihat di Aceh Tamiang, Langkahan Aceh Utara dan Gayo Luwes," ungkap dia.
"Khususnya di wilayah dengan kondisi tanah jenuh air serta infrastruktur sungai dan tanggul yang belum diperbaiki. Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan," sambungnya.
Sebelumnya, banjir susulan kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Nagari Maninjau di Kabupaten Agam, Kota Sibolga, dan Aceh Tamiang.
Di Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, banjir kembali terjadi pada Rabu (31/12) malam setelah Sungai Muara Pisang meluap dan mengalir ke badan jalan menuju Danau Maninjau.
Sementara itu, banjir susulan juga terjadi ampung Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, setelah tanggul sungai dilaporkan jebol pada Kamis (1/1) sore. Luapan air tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menutup akses jalan penghubung antarkecamatan.
Kondisi serupa juga terjadi di Kota Sibolga, Sumatera Utara. Pada Jumat (2/1), Sungai Aek Doras meluap setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453546/original/063264100_1766481082-mbg3.jpg)

