Bulog Dorong Pembayaran Gabah Nontunai di 2026 untuk Perkuat Transparansi dan Keamanan Transaksi

pantau.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mendorong transformasi sistem pembayaran gabah secara nontunai mulai tahun 2026 sebagai bagian dari modernisasi pengadaan pangan nasional dan upaya memperkuat keamanan, efisiensi, serta transparansi transaksi.

Digitalisasi Pembayaran untuk Petani

Rizal menyatakan bahwa sistem pembayaran digital akan diterapkan menggantikan sistem tunai yang selama ini digunakan.

"Untuk tahun 2026, kami sedang kembangkan Bulog itu pembayarannya tidak menggunakan uang tunai, tapi kami gunakan uang digital," ungkap Rizal.

Kebijakan ini bertujuan agar petani memiliki rekening bank, sehingga transaksi menjadi lebih aman, risiko kejahatan menurun, dan proses serapan gabah berlangsung nyaman.

Selain itu, pembayaran digital akan mencegah petani membawa uang tunai dalam jumlah besar setelah menjual hasil panen.

Sistem ini juga memungkinkan petani menabung langsung serta memperoleh akses ke layanan keuangan formal yang dapat menunjang keberlanjutan usaha tani.

Efisiensi, Akuntabilitas, dan Pencegahan Korupsi

Penerapan sistem nontunai memungkinkan pencatatan transaksi secara real time yang langsung tersinkronisasi ke pusat.

"Begitu klik itu langsung terdata sampai pusat. Berapa jumlah nominal yang akan diserap hari ini. Bahkan per detik itu pun bisa terlihat," jelas Rizal.

Sistem ini tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga memastikan akuntabilitas petugas dan membangun kepercayaan publik terhadap proses pengadaan Bulog.

"Ini juga untuk meminimalisir korupsi. Ya korupsi bisa aja anak-anak Bulog yang di lapangan juga ada yang nakal," tambahnya.

Rizal menyatakan bahwa digitalisasi akan menjadi instrumen penting dalam mencegah penyimpangan di lapangan.

"Nanti teman-teman petani harapannya sudah punya nomor rekening. Tujuannya apa? Satu, biar aman. Enggak ada rampok dan lain sebagainya. Kalau bawa uang banyak ratusan juta kan bahaya juga ini kan," ungkapnya.

Kolaborasi dengan Perbankan dan Inklusi Keuangan

Untuk mendukung kebijakan ini, Bulog menyiapkan kerja sama dengan perbankan negara seperti BRI, BNI, dan Mandiri guna mempercepat pembukaan rekening baru bagi petani.

Menjelang musim panen, Bulog akan mengumpulkan seluruh perbankan nasional untuk menyelaraskan kesiapan layanan pembayaran digital.

"Kita akan kumpulkan perbankan nasional. Jadi harapannya mereka juga sudah mulai memberikan, apa, petani-petani ini menjadi nasabah baru sehingga nanti lebih mudah, lebih aman dan lebih terkontrol gitu," ujar Rizal.

Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya mendorong inklusi keuangan secara berkelanjutan di desa-desa sentra produksi pangan nasional.

Bulog menargetkan seluruh transaksi pembelian gabah dapat dilakukan secara aman, terkontrol, dan transparan.

Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem pangan modern yang melindungi petani dan menjaga stabilitas pangan nasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Istighfar dan Ridha: Kunci Hati Tenang di Akhir Tahun | KALAM HATI
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Dolar AS Rebound Meski Sedikit
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penyintas pembantaian Nanjing wafat, tersisa 23 orang saksi hidup
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
[Foto] BEI Buka Perdagangan Saham Tahun 2026 
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kebiasaan Introvert yang Bisa Membingungkan Orang Lain
• 19 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.