Dolar AS Rebound Meski Sedikit

metrotvnews.com
1 hari lalu
Cover Berita

New York: Dolar AS sedikit menguat dalam perdagangan liburan yang tipis di awal tahun baru, dengan volume yang rendah membatasi pergerakan harga di seluruh wilayah.

Penutupan pasar membuat likuiditas tetap rendah dan membuat perdagangan mata uang sebagian besar tanpa arah, dengan investor menunggu partisipasi pasar normal untuk kembali berlanjut.

Dikutip dari Investing.com, Sabtu, 3 Januari 2026, Indeks Dolar AS sedikit menguat 0,2 persen setelah mengakhiri tahun 2025 dengan kerugian tajam. Ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve dan meredanya tekanan inflasi membebani dolar AS.

Pasangan yen Jepang USD/JPY naik 0,1 persen. Pasangan euro EUR/USD turun 0,3 persen sementara pasangan poundsterling Inggris GBP/USD turun 0,2 persen.

Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik hari ini dengan pasangan AUD/USD naik 0,4 persen.
 

Baca Juga :

Mengawali 2026, Wall Street Naik Tipis



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Kondisi perdagangan tipis di awal 2026

Kondisi perdagangan diperkirakan akan tetap tipis, dengan banyak investor belum kembali dari liburan dan partisipasi penuh kemungkinan tidak akan terjadi hingga awal minggu depan. Namun, para ahli strategi di Deutsche Bank memperingatkan agar tidak terlalu menginterpretasikan pergerakan awal tersebut.

“Kita tidak boleh terlalu jauh melakukan ekstrapolasi, karena hari perdagangan pertama telah menjadi panduan yang sangat buruk dalam beberapa waktu terakhir tentang bagaimana sisa tahun ini akan berjalan,” tulis para ahli strategi termasuk Jim Reid.

Namun, kekuatan yang mendominasi tahun lalu, khususnya antusiasme terhadap saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan yang membantu mendorong ketiga indeks utama AS ke rekor tertinggi pada tahun 2025, kemungkinan akan kembali berperan tahun ini.

"Tren relatif jangka panjang masih mendukung teknologi untuk tahun 2026, meskipun tren relatif jangka menengah untuk teknologi telah melemah untuk kuartal pertama," tambah pendiri Fairlead Strategies Katie Stockton dalam catatan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PBB sebut aksi militer AS terhadap Venezuela mengkhawatirkan
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Arus Balik Nataru di Daop 1 Jakarta Masih Padat, Puluhan Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Vital
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Trump Posting Foto Maduro, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez Bongkar Kebohongan Amerika
• 2 jam laludisway.id
thumb
Kendaraan Keluar Jakarta Naik 11% di Nataru, Kakorlantas: Mobilitas Lancar
• 7 jam laludetik.com
thumb
Keuntungan Mengonsumsi Jahe untuk Pencernaan dan Energi
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.