Aksi protes yang dipicu oleh kesulitan ekonomi di Iran terus meluas. Pada Kamis (1 Januari), gelombang protes menyebar hingga ke provinsi-provinsi pedesaan. Otoritas Iran menyatakan bahwa hingga saat ini bentrokan antara pasukan keamanan dan para demonstran telah menewaskan sedikitnya enam orang.
EtIndonesia. Aksi protes di Iran kali ini Ini merupakan aksi protes terbesar di Iran sejak tahun 2022. Aksi tersebut telah memicu bentrokan kekerasan di berbagai wilayah, yang berawal dari lonjakan inflasi.
Dalam setahun terakhir, mata uang Iran, rial, telah terdepresiasi lebih dari sepertiga terhadap dolar AS. Saat ini, 1 dolar AS setara dengan sekitar 1,4 juta rial. Pada saat yang sama, menurut data badan statistik resmi Iran, tingkat inflasi tahunan pada Desember 2025 melonjak 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, serangan udara Israel dan Amerika Serikat pada Juni 2025 yang menghantam fasilitas nuklir serta kepemimpinan militer Iran semakin memperburuk krisis rezim tersebut.
Bentrokan antara para demonstran dan pasukan keamanan menandai eskalasi signifikan sejak aksi protes meletus pada Minggu (28 Desember 2025). Hingga kini, sedikitnya enam orang dilaporkan tewas: satu orang pada Rabu (31 Desember 2025) dan lima orang pada Kamis, berasal dari tiga kota berbeda di Iran.
Insiden kekerasan paling sengit dilaporkan terjadi di kota Azna, Provinsi Lorestan, Iran. Kota ini terletak sekitar 300 kilometer (185 mil) di barat daya Teheran. Video yang beredar di internet menunjukkan sejumlah benda di jalanan terbakar, suara tembakan terdengar di berbagai arah, dan massa meneriakkan slogan: “Tidak tahu malu! Tidak tahu malu!”.
Media semi-resmi Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa di kota Lordegan, Iran bagian barat, bentrokan antara pasukan keamanan dan para demonstran menewaskan dua orang. Kantor berita tersebut sebelumnya juga melaporkan adanya korban jiwa lainnya.
Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa satu personel militer tewas dan 13 lainnya luka-luka. Garda Revolusi menyalahkan para demonstran atas insiden tersebut.
Pemerintah Iran telah merespons aksi protes dengan menawarkan dialog, yang tampaknya dimaksudkan untuk menunjukkan sikap rekonsiliasi di tengah penerapan langkah-langkah keamanan. Juru bicara pemerintah, Fatemeh Mohajerani, pada Kamis mengatakan bahwa otoritas akan mengadakan dialog langsung dengan perwakilan serikat pekerja dan kalangan bisnis, namun tidak merinci detailnya. (Hui)





