Denver: Seorang perempuan tewas dalam dugaan serangan singa gunung (mountain lion) saat mendaki sendirian di Pegunungan Rocky, Colorado, Amerika Serikat di hari pertama tahun 2026. Insiden ini berpotensi menjadi serangan fatal pertama oleh satwa tersebut di Colorado dalam lebih dari 25 tahun, menurut otoritas setempat.
Korban ditemukan tidak sadarkan diri oleh pendaki lain di jalur Crosier Mountain, timur laut Estes Park, sekitar tengah hari. Lokasi kejadian berada di kawasan hutan terpencil, sekitar 80 kilometer barat laut Denver.
Para pendaki yang menemukan korban melihat seekor singa gunung berada di dekat tubuh korban dan berhasil mengusirnya dengan melempar batu. Seorang dokter yang kebetulan berada di antara para pendaki sempat memberikan pertolongan, namun tidak merasakan denyut nadi, kata juru bicara Colorado Parks and Wildlife (CPW), Kara Van Hoose, kepada wartawan.
Jalur pendakian di sekitar lokasi langsung ditutup sementara petugas CPW menangani kejadian tersebut. Aparat menembak mati dua singa gunung di area sekitar. Hingga kini belum diketahui apakah satu atau lebih hewan terlibat dalam dugaan serangan itu.
“Ada tanda-tanda yang konsisten dengan serangan singa gunung,” ujar Van Hoose dalam konferensi pers, dikutip dari AsiaOne, Sabtu, 3 Januari 2026.
Menurut CPW, serangan singa gunung terhadap manusia di Colorado tergolong langka. Sejak 1990, tercatat 28 laporan serangan, dengan kejadian fatal terakhir terjadi pada 1999.
Ahli patologi CPW saat ini melakukan nekropsi terhadap dua singa gunung yang ditembak mati untuk memeriksa kemungkinan kelainan atau penyakit saraf seperti rabies dan flu burung, serta mencari keberadaan DNA manusia.
Kebijakan CPW mewajibkan penanganan mematikan terhadap singa gunung yang terlibat serangan terhadap manusia guna mencegah insiden berulang. Jika DNA manusia tidak ditemukan, pencarian akan dilanjutkan untuk memastikan apakah ada hewan lain yang terlibat.
Identitas korban dan penyebab kematian resmi akan diumumkan oleh Larimer County Coroner.
Colorado memiliki populasi singa gunung yang relatif sehat, diperkirakan antara 3.800 hingga 4.400 individu dewasa. Upaya konservasi berhasil memulihkan populasi satwa ini dari ambang kepunahan pada 1960-an akibat perburuan berhadiah.
Pada musim dingin, singa gunung di wilayah Front Range Pegunungan Rocky cenderung turun ke dataran yang lebih rendah untuk mencari mangsa seperti rusa dan elk, sehingga meningkatkan kemungkinan pertemuan dengan manusia dan hewan peliharaan.
“Karena singa gunung memang cukup umum di wilayah ini, potensi konflik tetap ada,” kata Van Hoose.
Baca juga: Gelombang Serangan Beruang di Jepang: 12 Orang Tewas, Militer Dikerahkan



