Bisnis.com, JAKARTA - Setelah libur Tahun Baru 2026 berakhir, Anda perlu melakukan evaluasi keuangan untuk mengecek anggaran aktivitas liburan yang bisa saja melampaui angka yang ditetapkan di awal.
Tak sedikit orang yang baru menyadari membengkaknya pengeluaran sesuai liburan berakhir. Biaya transportasi, akomodasi, hingga belanja impulsif yang tak terkendali selama berwisata, disadari atau tidak kini telah berdampak langsung pada kondisi keuangan.
Perencana Keuangan OneShield Budi Raharjo menilai, evaluasi keuangan setelah libur panjang merupakan langkah yang bijak dilakukan oleh setiap orang. Menurutnya, tahap awal yang bisa ditempuh adalah mencocokkan rencana pengeluaran yang telah disusun sebelumnya dengan realisasi belanja selama liburan.
Dirinya menyarankan agar setiap pos anggaran ditelaah secara rinci untuk melihat selisih yang muncul. Dengan cara tersebut, seseorang dapat mengetahui apakah pengeluaran selama liburan masih berada dalam batas bujet awal atau justru melampauinya.
"Kesalahan umum yang sering terjadi biasanya adalah kurang detail dalam perencanaan anggaran, hanya mengandalkan perasaan, dan begitu dijalani ternyata banyak hal-hal kecil yang terlewat sehingga akhirnya pengeluaran lebih besar dari rencana," katanya.
Budi menjelaskan, pengeluaran terbesar selama liburan umumnya terserap pada kebutuhan akomodasi dan transportasi, terutama jika masa libur berlangsung cukup lama. Kondisi ini bisa semakin membebani anggaran apabila terjadi situasi tertentu, seperti perpanjangan waktu liburan yang tidak direncanakan.
Namun, apabila pengeluaran liburan ternyata meningkat, catatlah pos-pos yang menjadi penyebabnya. Di sisi lain, penting juga untuk menelusuri asal dana yang digunakan guna menutup kebutuhan tambahan atau biaya tak terduga tersebut.
"Evaluasi seluruh pengeluaran dan sumber dananya, terutama apabila terjadi penggunaan dana darurat untuk menutupi kekurangan dana liburan dan atau penggunaan kartu kredit," imbuhnya.
Setelah evaluasi dilakukan, langkah berikutnya adalah menyusun rencana pemulihan keuangan. Targetkan agar kondisi finansial kembali sehat dalam beberapa bulan ke depan, idealnya tidak lebih dari tiga bulan.
Perencanaan sebaiknya dilakukan jauh hari dengan menyiapkan anggaran dan sumber dana secara matang. Menurut Budi, menyisihkan dana secara bertahap ke rekening terpisah dapat membantu meringankan beban pengeluaran dan menjaga disiplin keuangan.
“Misalnya, jika dana yang digunakan adalah dana darurat, maka perlu dilakukan pengisian kembali hingga jumlahnya kembali ke angka semula,” jelasnya.
Ke depan, rencanakan anggaran liburan secara lebih detail. Kemudian, usahakan bujet aktivitas liburan berada di bawah dana yang disiapkan dari awal.
Hal ini sebagai langkah berjaga-jaga apabila muncul aktivitas atau pengeluaran tak terduga, sehingga pemborosan dapat dihindari. Di sisi lain, pemanfaatan berbagai promo yang tersedia dapat membantu mewujudkan liburan yang lebih hemat tanpa mengurangi kenyamanan.




