Akademisi apresiasi hunian untuk korban bencana dari Danantara

antaranews.com
2 hari lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Akademisi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, Iswadi, mengapresiasi hunian sementara (huntara) untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dari Danantara yang dinilai berorientasi kepada masyarakat.

"Saya berharap pembangunan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta diiringi dengan perencanaan yang matang menuju hunian tetap. Semoga ikhtiar ini menjadi amal kebaikan dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Aceh yang tangguh," ujar Iswadi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia menilai upaya tersebut merupakan langkah nyata yang mencerminkan kepedulian, tanggung jawab kemanusiaan, serta komitmen bersama dalam memastikan para penyintas dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman, layak, dan bermartabat.

Menurutnya, huntara bukan hanya tempat berlindung, melainkan juga ruang awal pemulihan fisik, sosial, dan psikologis masyarakat terdampak. Ia menyarankan agar pembangunan hunian dilakukan dengan mengacu pada standar yang pernah diterapkan pascabencana tsunami Aceh karena telah terbukti memperhatikan aspek keamanan, kelayakan huni, kesehatan lingkungan, serta kebutuhan sosial masyarakat terdampak.

"Dengan menerapkan standar yang telah teruji, diharapkan huntara tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal darurat, tetapi juga mampu mendukung proses pemulihan yang lebih baik dan bermartabat," tuturnya.

Baca juga: Mahyeldi: Pemerintah penuhi kebutuhan penyintas bencana di huntara

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Umaimah Wahid menilai hunian menjadi salah satu hal yang penting bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.

"Patut diapresiasi langkah pemerintah ini. Namun, jangan sampai berhenti sampai pembangunan rumah sementara. Pemerintah harus tetap terus memperhatikan rakyat Aceh karena salah satu yang hilang adalah sawah, sehingga lahan mata pencaharian tertutup lumpur," tuturnya.

Pada Kamis (1/1/2026), Presiden RI Prabowo Subianto meninjau lokasi pembangunan rumah hunian dari Danantara untuk memastikan pemulihan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Pembangunan Huntara dimulai pada 24 Desember 2025 dan dalam waktu kurang dari dua minggu telah menunjukkan percepatan yang signifikan. Sebanyak 600 unit akan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026, yang kemudian akan diberikan kepada warga terdampak bencana.

Pembangunan akan terus dilanjutkan dengan target 15 ribu unit dalam tiga bulan ke depan, memastikan hunian layak sementara dapat tersedia bagi keluarga terdampak bencana.

Baca juga: COO Danantara: Ratusan huntara untuk korban banjir Aceh telah berdiri

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan, Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat dengan struktur yang aman dan sanitasi memadai. Pembangunannya juga dilengkapi fasilitas umum seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.

Rosan menegaskan, pencapaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN dalam mendukung eksekusi di lapangan.

"Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat di seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak," tuturnya.

Baca juga: BSI ikut bangun 600 huntara tahap pertama bagi korban banjir Sumatra

Baca juga: Huntara Danantara di Aceh Tamiang diserahkan oleh Prabowo awal 2026

Baca juga: Warga Aceh Tamiang apresiasi percepatan pembangunan huntara


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Belanja Nataru Menguat, Bank Mandiri Optimistis Konsumsi 2026 Tetap Resilien
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polisi Ungkap Sindikat Pencurian Mobil 14 TKP
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
13 Warga Makassar Terjebak di Air Terjun Jeneberang Berhasil Dievakuasi
• 13 jam lalufajar.co.id
thumb
Pelindo kirim 500 paket bantuan untuk warga terdampak banjir Ciwandan
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Sinopsis Drama China Only for Love, Kisah Romansa Reporter Ambisius dan CEO Dingin, Duet Visual Dylan Wang dan Bai Lu
• 13 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.