Belanja Nataru Menguat, Bank Mandiri Optimistis Konsumsi 2026 Tetap Resilien

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Aktivitas belanja masyarakat tercatat masih tumbuh pada pekan terakhir 2025, kendati laju pertumbuhannya melambat setelah melewati puncak periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kantor Ekonom Kepala Bank Mandiri mencatat Mandiri Spending Index (MSI) berada di level 354,5 per 28 Desember 2025. Angka tersebut naik 0,6% secara mingguan (week on week - WoW).

“Belanja tumbuh positif meski tidak setinggi minggu sebelumnya yang mencapai 4,4% WoW dan merupakan puncak belanja Nataru,” tulis Office of Chief Economist Bank Mandiri dalam laporannya, Senin (5/1/2026).

Secara regional, pertumbuhan belanja ditopang oleh wilayah Sumatra yang tumbuh 1,1% WoW, disusul Jawa sebesar 0,9% WoW serta Maluku–Papua 0,6% WoW. Adapun Bali, Nusa Tenggara, dan sekitarnya (Balinusra) mencatatkan kenaikan terbatas sebesar 0,2% WoW. Sebaliknya, belanja di Kalimantan dan Sulawesi mengalami kontraksi masing-masing sebesar -1,4% WoW dan -0,1% WoW.

Dari sisi sektoral, belanja selama periode Nataru terutama didorong oleh kelompok leisure dan consumer goods.

“Berdasarkan pola historis 2022–2024, belanja leisure dan consumer goods memang konsisten menjadi top gainer pada periode libur Nataru,” tulis laporan tersebut.

Pada periode Nataru 2025, belanja hotel tercatat tumbuh 9,3% WoW, sementara produk kecantikan meningkat 10,0% WoW. Di kelompok consumer goods, belanja fesyen melonjak 10,5% WoW, diikuti aktivitas makan di luar (dining-out) yang naik 7,2% WoW.

Laporan tersebut juga mencermati perbedaan pola pembiayaan konsumsi berdasarkan kelompok pendapatan. Per 31 Desember 2025, indeks tabungan kelompok pendapatan bawah tercatat di level 72,4, turun 0,71 poin dibandingkan November. Indeks tabungan kelompok atas juga turun 1,64 poin menjadi 92,0. Sebaliknya, indeks tabungan kelompok menengah justru naik 0,49 poin menjadi 101,2.

“Pola ini menunjukkan bahwa peningkatan belanja pada kelompok bawah dibiayai oleh tabungan, sementara kelompok menengah tidak terlalu agresif dalam belanja yang tercermin dari kenaikan tabungan,” tulis Bank Mandiri.

Menurut analis Bank Mandiri, pola tersebut dapat dibaca sebagai sinyal persiapan masyarakat dalam menghadapi periode Ramadan yang diperkirakan jatuh pada Februari 2026.

Memasuki 2026, Bank Mandiri memprakirakan konsumsi rumah tangga tetap berada dalam kondisi resilien. Optimisme tersebut didorong oleh berbagai program dan stimulus, serta realisasi belanja pemerintah yang diperkirakan lebih optimal pada tahun kedua pemerintahan.

“Konsumsi masyarakat diperkirakan akan tumbuh tinggi terutama pada kuartal I 2026 seiring momentum Ramadan–Lebaran,” tulis laporan itu.

Kendati begitu, Bank Mandiri menekankan bahwa keberlanjutan konsumsi sangat bergantung pada penciptaan lapangan kerja sepanjang tahun ini.

“Kuantitas dan kualitas lapangan kerja yang tercipta sepanjang 2026 akan menjadi kunci untuk menopang konsumsi masyarakat yang lebih sehat ke depan,” tutup laporan tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Omongan Farel Prayoga Terbukti, Rata-rata Penghasilannya Mengalir ke Keluarga Berujung Disalahgunakan
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Pembatasan Kendaraan Ganjil Genap Jakarta Berlaku Rabu 7 Januari 2026
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
5 Penyidik KPK Diangkat Jadi Kapolres, Setyo: Itu Kewenangan Polri
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Cara Daftar Sertifikasi Halal Gratis 2026 untuk UMKM
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Kata Kata Perjalanan Hidup Penuh Makna dan Motivasi
• 13 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.