REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Presiden AS Donald Trump mengakui Amerika Serikat telah melancarkan serangan militer terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Klaim Trump terkait penangkapan Maduro tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
“Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela,” kata Trump melalui platform Truth Social, Sabtu (3/1).
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Tentara Israel Terus Bunuh Warga Gaza
- Rupiah Tertekan di Awal 2026 Seiring Penguatan Dolar AS
- Pemerintah Tegaskan APBN Tetap Jadi Penyangga Ekonomi di Awal 2026
“Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu,” katanya menambahkan.
Trump mengatakan akan ada konferensi pers mengenai serangan itu di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, pada pukul 11.00 waktu setempat atau 23.00 WIB.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Rakyat Venezuela dilaporkan dikejutkan oleh sejumlah ledakan dahsyat di beberapa wilayah negara itu pada Sabtu dini hari, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, menurut laporan media setempat.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap tebal di sejumlah lokasi di ibu kota Caracas, disertai suara sirene serangan udara.
Dilaporkan pula sedikitnya terjadi tujuh ledakan dan jet tempur terlihat terbang rendah di wilayah udara Caracas.
Pemadaman listrik terjadi di beberapa kawasan ibu kota, termasuk wilayah selatan kota yang berdekatan dengan pangkalan militer utama.
Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil pada Sabtu mengecam keras agresi militer Amerika Serikat terhadap negaranya.
Melalui unggahan di Telegram, ia menyatakan Republik Bolivarian Venezuela menolak dan mengutuk tindakan agresi militer secara terang-terangan oleh Amerika Serikat terhadap wilayah dan rakyat Venezuela.
Presiden Maduro, menurut pernyataan tersebut, telah memerintahkan penerapan rencana pertahanan nasional secara penuh serta mengaktifkan sistem pertahanan menyeluruh secepat mungkin untuk merespons serangan Amerika Serikat itu.


