Pelni Perkuat Konektivitas Daerah 3TP Lewat Program PSO Rp2,78 Triliun di Tahun 2026

pantau.com
2 hari lalu
Cover Berita

Pantau - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memperkuat konektivitas nasional melalui program angkutan penumpang dengan skema kewajiban pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO) senilai Rp2,78 triliun pada tahun 2026, khususnya untuk melayani wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

Operasi 82 Kapal dan Subsidi Angkutan Laut untuk Pemerataan Layanan

Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni, Nuraini Dessy, menyatakan bahwa penugasan ini merupakan fondasi penting dalam menyediakan layanan transportasi laut ekonomi yang terjangkau bagi masyarakat di daerah 3TP.

Pada tahun 2026, Pelni ditugaskan mengoperasikan total 82 kapal, terdiri atas 25 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 8 trayek tol laut, dan 1 trayek khusus kapal ternak.

Penandatanganan kerja sama PSO dilakukan oleh Nuraini Dessy bersama Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, Budi Mantoro, dan disaksikan oleh Sekretaris Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Lollan Panjaitan.

Penugasan kapal perintis juga melibatkan PPK Perintis Pangkalan Teluk Bayur dan Kepala Cabang Pelni Jakarta, Dicky Dermawandi, serta diikuti secara daring oleh 15 Kantor Cabang Pelni yang menjadi homebase kapal perintis.

Perjanjian Kapal Barang dan Kapal Ternak untuk Ketahanan Pangan

Selain penumpang, Pelni juga menandatangani perjanjian untuk pengoperasian kapal rede milik negara, subsidi kapal ternak, serta layanan angkutan barang laut dengan tarif terjangkau.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Kokok Susanto, dan PPK Satuan Kerja Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Laut Pusat.

Rincian alokasi PSO dan subsidi tahun 2026 antara lain: Rp2,78 triliun untuk kapal penumpang, Rp135 miliar untuk subsidi tol laut, Rp48,5 miliar untuk kapal rede, dan Rp13 miliar untuk subsidi kapal ternak.

Nuraini menyebut penandatanganan ini sebagai langkah strategis untuk melanjutkan layanan transportasi laut yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Pelni juga berkomitmen menjaga standar keselamatan dan kualitas pelayanan dalam seluruh trayek yang dioperasikan.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Kokok Susanto, menambahkan bahwa angkutan barang berperan penting dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga barang di wilayah 3TP.

Ia juga menekankan peran kapal ternak dalam mendistribusikan hewan ternak secara efisien antarpulau untuk menjaga stabilitas harga daging dan mendukung ketahanan pangan nasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Motor RC213V Terus Berkembang, Luca Marini Yakin Honda Kembali Bersaing di MotoGP 2026
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Masyarakat Banyak Keluhkan Proses Penegakan Hukum oleh Polri
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Setelah Sempat Ditutup, Kini Bandung Zoo Kembali Dipadati Pengunjung
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
ASN Wajib Aktifkan Akun ASN Digital, Ini Risikonya Jika Terlambat
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Mendikdasmen: Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana Sumut Berjalan Mulai 5 Januari
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.