TNI AD dan Kementerian PU Rampungkan Jembatan Bailey di Aceh Utara

tvonenews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bersama Kementerian Pekerjaan Umum merampungkan pembangunan jembatan bailey darurat di Desa Panton, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Jumat (2/1/2026).

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (3/1/2026), Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat menyampaikan pembangunan jembatan yang dilaksanakan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Zeni AD itu kembali menghubungkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat banjir.

Pembangunan jembatan itu sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur vital pascabencana yang berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Jembatan bailey darurat tersebut menghubungkan Desa Paloh Mampre dan Desa Meunasah Alue dengan Desa Semirah, Kecamatan Nisam.

"Keberadaannya menjadi akses utama warga untuk mobilitas harian, distribusi logistik, kegiatan pendidikan, dan menunjang roda perekonomian setempat," tulis Dispenad dalam siaran persnya.

Disebutkan bahwa jembatan bailey yang dibangun bertipe 1-1 dengan panjang 39 meter atau 13 petak.

Konstruksi menggunakan material dari Batalyon Zeni Konstruksi (Yonzikon) 13 dan Yonzikon 14, dengan daya dukung beban hingga 10 ton sehingga aman dilalui kendaraan operasional maupun kendaraan masyarakat sesuai ketentuan.

Proses pembangunan melibatkan 25 personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 4 dan 14 personel Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 3, dengan pendampingan Komando Rayon Militer (Koramil) 23/Nisam.

Selain itu, Dispenad menyampaikan para Bintara Pembina Desa (Babinsa) juga turut berperan dalam pengamanan, pengawasan, serta membantu kelancaran pekerjaan di lapangan melalui komunikasi aktif dengan masyarakat sekitar.

Hingga akhir pelaksanaan, pembangunan jembatan selesai lebih cepat dari target yang direncanakan. Struktur jembatan kini telah berdiri kokoh dan siap digunakan oleh masyarakat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan tetap memperhatikan batas beban demi keselamatan bersama.

Masyarakat menyambut positif selesainya pembangunan jembatan tersebut. Sebelumnya, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu akibat terputusnya akses utama.

Salah seorang warga Desa Panton pun menyampaikan apresiasi atas kerja prajurit TNI karena jembatan itu sangat berarti bagi aktivitas masyarakat yang sempat sangat terganggu sebelumnya akibat bencana.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Melorot ke Posisi 4 Klasemen Super League, Persib Tidak Terbeban untuk Kembali ke Puncak
• 15 jam lalumerahputih.com
thumb
Turun Saat Awal Tahun, Harga Minyak Bakal Terdongkrak Invasi ke Venezuela?
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Huntara Jadi Indikator Pemulihan Pascabencana Sumatera, Bagaimana Situasinya?
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Bencana dan Pentingnya Kepemimpinan Integratif
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Tim SAR Kembali Temukan 1 Jenazah Diduga WN Spanyol Korban Tenggelam di Labuan Bajo
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.