Sepatu Kulit UKM Lokal Berupaya Bersaing dengan Jenama Impor

kompas.id
1 hari lalu
Cover Berita

Terletak menyempil di sebuah gang yang hanya dapat dilewati sepeda motor di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta, sejumlah pekerja di bengkel produksi sepatu kulit terlihat sibuk merampungkan produksi. Mereka mengerjakan semua proses dengan tangan, mulai dari pemotongan pola, menjahit, membentuk bagian atas sepatu, hingga menjahit dengan sol.

Bengkel produksi itu menjadi satu dengan toko yang terletak di atasnya. Setiap calon pembeli pasti akan berjumpa dengan para perajin dulu sebelum menyambangi ruang pajang produk di lantai dua.

”Mau ke tokonya lewat mana, ya, Pak?” tanya seorang calon pembeli. Perajin pun dengan sabar mempersilakan konsumen untuk menaiki tangga kecil di pojok yang berbelok menyerupai huruf L. Tangga itu mengantar ke satu-satunya toko resmi produk sepatu UKM tersebut dalam ruangan tersendiri dan berpenyejuk ruangan. Di lantai dua dan tiga bengkel itu masih didengar bunyi alat-alat seperti mesin jahit perajin dan pukulan palu para perajin.

Banyak pengunjung yang baru sekali datang tidak menyangka ada toko sepatu suasana rumahan di dalam gang sempit jika tidak ada plang penanda jenama sepatu ”Flavio Boston” yang terpampang di depan.

Setelah menaiki lantai atas, sebuah ruangan dengan penyejuk ruangan yang tertutup pintu kaca memajang sepatu karya para perajin tersebut. Sekitar 80 model sepatu dan sandal kulit tersedia dalam berbagai bentuk. Ada model sandal santai, sepatu kerja formal, kasual, hingga sepatu bot di atas mata kaki. Produk tersedia untuk laki-laki maupun perempuan.

Produk tersebut dijual di kisaran harga Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per pasang. Harga ini terbilang cukup terjangkau jika dibandingkan dengan sepatu kulit asli bermerek di pasaran. Oleh karena itu, pelanggan datang silih berganti di toko ini. Sebagian pelanggan datang setelah mengetahui informasi produk dan lokasi dari beranda media sosialnya.

Seperti Roffan (41) yang datang dari Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, yang mengetahui produk ini dari ulasan di media sosial. ”Ini datang yang kedua kalinya. Dulu pernah beli yang model kantoran. Kalo yang ini bisa di-pake kerja juga jalan-jalan,” katanya sembali menunjukkan kantong belanjanya. Pria yang bekerja di kawasan berikat di kawasan Marunda ini juga memiliki sepatu lain dari jenama asal Italia dan Perancis. Baginya, sepatu buatan lokal ini tak kalah bersaing, baik dari kekuatan, model, maupun kenyamanan. ”Kita juga harus mendukung produk-produk lokal,” tambahnya.

Serupa dengan penuturan Roffan, Arief Suganda (27) juga memberikan testimoni serupa. Pekerja yang tinggal di Bintaro, Tangerang Selatan, ini datang dengan menumpang KRL mengantarkan adiknya, Sidik (20), yang sedang libur dari kuliahnya di Universitas Diponegoro Semarang. Arief telah menggunakan produk lokal ini selama lima tahun dan masih terus dipakai. ”Saya beli itu dipakai waktu awal masuk kerja, sampai sekarang masih awet gitu,” tuturnya. Sepatunya masih cukup bagus dan belum ada kerusakan, hanya bekas pemakaian normal.

Arief bercerita, saat menumpang ojek daring menuju toko, si pengemudi bahkan tertarik untuk ikut singgah setelah mendengar ceritanya selama dalam perjalanan dari stasiun kereta menuju toko tersebut. Harga yang miring memang menjadi daya tarik tersendiri bagi kebanyakan konsumen baru.

Iwang yang mewarisi usaha ini dari orangtuanya dengan telaten mengambil ukuran sepatu yang diinginkan pelanggan dari gudang setelah melihat model yang cocok di rak pajang toko. Adapun kakaknya, Fauzuruli, lebih fokus mengurusi manajemen toko, sementara Iwang lebih banyak melayani pelanggan yang datang.

Usaha ini telah berjalan selama sekitar 30 tahun yang saat ini mempekerjakan 10 perajin. Produk sepatu lokal di pelosok gang ini mampu bersaing dengan merek besar, bahkan impor. Meski skala produknya belum merambah mal-mal di Jabodetabek, toh pelanggan terus berdatangan.

Maraknya sepatu bekas (thrift) atau serbuan produk murah dari China juga dinilai Iwang tidak terlalu berpengaruh. ”Pertama, profit kita ga terlalu gede, udah gitu kita ga pake tangan-tangan (rantai distribusi) yang lain gitu,” tutur Iwang yang melayani pembeli ketika ditanya kunci kelancaran usaha sepatu ini. Selain itu, juga menjaga kualitas, model, dan pelayanan yang cepat. Toko fisik ini sekaligus melayani pengiriman barang-barang pembeli daring.

Ukuran maksimal alas kaki kulit yang dibuat perajin hingga 48. Namun, jika ada pelanggan yang memiliki ukuran di atas itu dapat memesan terlebih dahulu dan akan menerima sepatunya sekitar dua pekan. ”Kalo ukuran sepatu 50 ke atas, nambah Rp 100.000 karena bahannya lebih banyak.” ujar Iwang.

Selain permintaan ukuran yang ekstra besar, kerajinan sepatu ini terkadang memenuhi permintaan model dari pelanggan. Satu-satunya model sepatu kulit olahraga berwarna putih terlihat mencolok dibandingkan dengan deretan sepatu kulit lain berwarna gelap. Ternyata sepatu ini dibuat bermula dari model sepatu golf sesuai permintaan pelanggan yang minta dibuatkan sepatu dengan sol luar darinya dan terus diproduksi sebagai salah satu variasi produk, tetapi dengan sol bawah layaknya fungsi olahraga kasual.

Sejak tahun 2010, jenama ini mulai menjual melalui pemasaran daring dan lokapasar. Iwang adalah generasi kedua yang mewarisi usaha bersama kakaknya. Baru dua tahun belakangan toko ini berdiri untuk melayani pelanggan yang datang secara langsung.

Keberadaan toko fisik ini sedikit banyak juga mendorong kemajuan usaha, karena banyak dari pelanggan yang ingin mencoba langsung sepatu sebelum membeli. Dengan konsep toko rumahan, calon pembeli dapat melihat langsung proses pembuatan sepatu sekaligus meyakini bahan kulit asli yang digunakan.

Berbekal ilmu membuat sepatu turun-temurun yang terus dijaga, produk ini terus berusaha eksis di tengah persaingan dengan jenama ternama baik dari dalam maupun luar negeri dari sudut sebuah gang di timur Jakarta.



Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Warga Maninjau Kabupaten Agam Khawatir Banjir Bandang Susulan: Saya Ketakutan Tinggal di Rumah
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Berikut Program WSBP Inspiring Kindness Sepanjang Tahun 2025
• 14 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Mensos Tinjau Lokasi Banjir di Kalimantan Selatan, Pastikan Rumah Rusak Dapat Bantuan Pemerintah
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: Bali United Vs Arema FC
• 17 jam lalubola.com
thumb
Sinkhole Muncul di Tengah Sawah di Sumbar, Ahli Geologi Beri Penjelasan
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.