Sinkhole Muncul di Tengah Sawah di Sumbar, Ahli Geologi Beri Penjelasan

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Fenomena alam yakni lubang misterius (sinkhole) muncul di tengah sawah di kawasan Jorong Tepi, Nagari Situjuh Batuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar). Lubang ini berisi air.

Diameter lubang cukup besar. Warga yang penasaran, datang ramai-ramai untuk melihat lokasi lubang tersebut meski telah dipasang garis polisi di sekitarnya.

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar, Dian Hadiyansyah, mengatakan pihaknya belum melakukan investigasi mendalam terkait fenomena ini.

Namun, kata Dian, secara umum bahwa kondisi geologi di Nagari Situjuh Batuah tersusun dari batuan gunung api dan perbukitan karst (batu kapur) yang memiliki sistem sungai bawah tanah.

"Nah, kemungkinan lokasi kejadian sinkhole itu masih merupakan satuan batuan karst atau batu kapur," ujar Dian kepada kumparan, Minggu (4/1).

Menurut dia, terjadinya sinkhole atau amblasan diakibatkan rekahan batu gamping larut karena air, sehingga atap sungai bawah tanah runtuh.

"Jadi rekahan batu gamping tersebut, dia kena air mudah larut nah itu penyebab terjadi saluran atau sungai bawah tanah. Sehingga runtuhnya atap dari sungai bawah tadi. Ketika atap tadi runtuh, itu terbentuk lubang," jelasnya.

Dian mengimbau warga untuk tidak mendekati area lubang. Karena belum diketahui apakah kondisi lubang akan tetap seperti itu atau semakin membesar.

"Saran kami, untuk masyarakat, termasuk juga aparat berwajib, untuk tahap jangka pendek memberikan batas pengaman, agar tidak ada warga mendekati lubang. Karena kita tidak tahu apakah lubang ini bertambah atau tetap," ungkapnya.

"Untuk jangka panjang, kalau memang daerah karst, sudah terjadi amblasan, tentu harus perlu dipetakan sungai bawah tanah. Nanti takutnya ada rongga yang melewati permukiman penduduk," sambungnya.

Pemerintah daerah dinilai perlu menyurati kementerian ESDM dalam hal ini Badan Geologi untuk menginvestasi secara lengkap fenomena ini. Dengan demikian, akan didukung dengan peralatan atau perlengkapan geofisika.

"Sehingga ke depannya bisa memberikan informasi aman ke masyarakat bahwa rumahnya tidak memiliki potensi terjadi amblasan atau sinkhole," imbuhnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Honda Beberkan Penyebab Pasar Otomotif Loyo pada 2025
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Jampidum Beri Arahan ke Kajati-Kajari se-Indonesia, Bahas KUHP-KUHAP Baru
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Deepika Padukone Ulang Tahun, Ucapan Selamat dari Sonam Kapoor Jadi Sorotan
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
KPK Buka Peluang Memperpanjang Pencekalan 13 Orang di Kasus EDC
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mensesneg Sebut Ada Enam Proyek Hilirisasi Siap Groundbreaking di Januari 2026
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.