GLOB Perkuat Bisnis Pengelolaan Sampah pada 2026

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB) bakal memperkuat bisnis baru perseroan di bidang Teknologi Olah Sampah Sirkular (TOSS) pada tahun ini.

PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB) bakal memperkuat bisnis baru perseroan di bidang Teknologi Olah Sampah Sirkular (TOSS) pada tahun ini. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB) bakal memperkuat bisnis baru perseroan di bidang Teknologi Olah Sampah Sirkular (TOSS) pada tahun ini seiring upaya perseroan mendiversifikasi sumber pendapatan di tengah penurunan kinerja.

Direktur Utama GLOB, Sugiono Wiyono Sugialam menilai, selain membuka sumber pendapatan baru, kegiatan pengelolaan sampah lewat TOSS dan perdagangan pupuk organik menjadi komitmen perseroan mengembangkan sektor ekonomi hijau. 

Baca Juga:
Masuk ke Bisnis Hijau, GLOB Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah dan Perdagangan Pupuk Organik

Dia mengungkapkan, proyek percontohan (pilot project) TOSS telah dimulai sejak November 2025 di Bank Sampah Kranggan. Setelah uji coba selesai, perseroan memulai produksi pada awal Desember 2025.

"Sampai saat ini, produksi sudah mulai berjalan dan rencana akan mulai eskalasi jumlah produksi secara bertahap mulai Januari 2026," katanya dikutip Minggu (4/1/2026).

Baca Juga:
Didukung PNM, Aan Andasari Ubah Sampah Jadi Cuan

Hingga akhir 2025, perseroan telah melakukan investasi mesin perapian dan mesin produksi untuk proyek TOSS Kranggan Bekasi kurang dari Rp50 juta. Dengan biaya operasional, jumlahnya sekitar Rp75 juta.

Sejauh ini, bisnis TOSS dibiayai dengan pendanaan internal. Selain itu, perseroan juga menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga untuk menjadi calon investor dalam rangka meningkatkan skala bisnis TOSS.

"Proyek pengembangan TOSS pada tahun 2026 diperkirakan membutukan belanja modal (capex) sekitar Rp1,5 miliar," kata Sugiono.

Hingga 30 September 2025, GLOB membukukan pendapatan Rp39,6 miliar, anjlok dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp149 miliar. Penurunan tajam tersebut disebabkan oleh penjualan segmen telepon seluler dari Rp98 miliar menjadi Rp10 miliar.

Sugiono mengatakan, perseroan akan tetap menjalankan bisnis perangkat telekomunikasi meski terus mendorong sumber-sumber pendapatan baru. Selain segmen telekomunikasi, perseroan juga menggarap bisnis mesin dan peralatan kopi dengan penjualan Rp14,6 miliar.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Kematian Misterius Satu Keluarga di Warakas
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Deretan Kebijakan 'Tambal Sulam' APBN yang Dikeluarkan Purbaya Akhir 2025
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Emas Antam Naik Jadi Rp 2.515.000 per Gram, Galeri24 Rp 2.522.000
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bahasa Daerah: Tempat Pulang Paling Nyaman Saat Dunia Lagi Capek-capeknya
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Jembatan Darurat Kampung Owaq Aceh Tengah Dibangun, Akses Menuju Jamat Kembali Pulih
• 3 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.