Pantau - Korea Utara meluncurkan sedikitnya dua rudal balistik ke arah timur pada Minggu, 4 Januari 2026, yang diduga jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang tanpa menimbulkan kerusakan pada kapal maupun pesawat.
Kementerian Pertahanan Jepang menyebut peluncuran ini sebagai aktivitas rudal pertama Korea Utara dalam hampir dua bulan terakhir.
Rudal Ditembakkan dari Pantai Barat Korea Utara
Kedua rudal tersebut diluncurkan dari wilayah pantai barat Korea Utara sekitar pukul 07.54 dan 08.05 waktu setempat.
Rudal pertama menempuh jarak sekitar 900 kilometer, sementara rudal kedua mencapai sekitar 950 kilometer.
Keduanya mencapai ketinggian maksimum sekitar 50 kilometer, dan lintasan proyektil diduga tidak beraturan.
Kementerian Pertahanan Jepang memastikan bahwa rudal tidak jatuh di wilayah teritorial Jepang maupun zona ekonominya.
Jepang dan Korea Selatan Tingkatkan Kesiapsiagaan
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, menyebut tindakan Korea Utara sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan Jepang, stabilitas kawasan Asia Timur, dan komunitas internasional secara luas.
"Jepang telah melayangkan protes keras kepada Korea Utara atas peluncuran ini," ungkap Koizumi.
Ia menegaskan bahwa Jepang akan terus berkoordinasi erat dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk menganalisis secara rinci karakteristik teknis dan tujuan dari peluncuran rudal tersebut.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, telah menginstruksikan pejabat terkait untuk segera mengumpulkan informasi, menyampaikan penjelasan yang diperlukan kepada publik, serta menjamin keselamatan pelayaran dan penerbangan.
Kantor Perdana Menteri menyatakan siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat.
Militer Korea Selatan dari Seoul melaporkan bahwa Korea Utara menembakkan beberapa rudal yang diduga balistik ke arah Laut Jepang sekitar pukul 07.50 waktu setempat dari wilayah dekat Pyongyang.
Pihak militer Korea Selatan menyatakan telah meningkatkan kesiapsiagaan dan berbagi data peluncuran rudal dengan sekutu.
Peluncuran kali ini merupakan yang pertama sejak 7 November 2025, ketika Korea Utara menembakkan rudal dengan jarak tempuh lebih dari 450 kilometer menurut data Jepang, dan sekitar 700 kilometer menurut estimasi militer Korea Selatan.



