Kronologi Tertangkapnya Pembunuh Anak Politisi PKS, Pelaku Diduga Kerja di Perusahaan Bergengsi?

grid.id
1 hari lalu
Cover Berita

Grid.ID - Pembunuh anak politisi PKS kini sudah tertangkap. Pelaku diduga kerja di perusahaan bergengsi.

Kasus pembunuhan anak politisi PKS di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, menemui titik terang. Pelaku pembunuhan ditangkap tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten pada Jumat (2/1/2025) sore. Hingga kini identitas pelaku pria belum diungkap kepolisian.

Berikut kronologi tertangkapnya pembunuh anak politisi PKS. Pelaku diduga kerja di perusahaan bergengsi.

Korban yang diketahui berinisial M (9) merupakan anak bungsu dari Maman Suherman, anggota Dewan Pakar DPD PKS Cilegon. Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumah pada Selasa (16/12/2025).

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Selain dikenal sebagai politisi, Maman Suherman juga menekuni dunia usaha.

Rumah tempat kejadian penikaman diketahui memiliki tampilan lebih mewah dibandingkan dengan hunian warga di sekitarnya. Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, mengungkapkan bahwa pelaku berhasil diamankan setelah 17 hari penyelidikan kasus pembunuhan tersebut.

Ia menjelaskan, pelaku ditangkap di wilayah Ciwedus, Cilegon, tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolres Cilegon.

“Sudah ditangkap Jumat sore sebelum maghrib,” paparnya, dikutip dari TribunBanten.com.

Dalam foto yang beredar, pelaku tampak mengenakan kaos hitam dengan kedua tangan dalam keadaan diborgol. Pihak kepolisian menyatakan kronologi lengkap serta motif pembunuhan akan disampaikan setelah proses pendalaman selesai.

“Mohon waktu,” katanya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pelaku merupakan salah satu karyawan dari perusahaan ternama di Cilegon.

 

Tidak Bermotif Politik

Sebelumnya, Ketua DPP PKS Bidang Advokasi, Nurul Amalia, menegaskan bahwa posisi Maman Suherman di partai tidak berkaitan dengan pengambilan keputusan politik.

“Memang betul, dewan pakar tidak terkait dengan keputusan kebijakan partai,” bebernya.

Ia menganggap motif pembunuhan anak Maman Suherman tidak berkaitan dengan politik.

“Kami masih menunggu hasil penyelidikan dari Polri untuk mengetahui apakah ada hubungan atau tidak,” terangnya.

HA (30) yang diduga terlibat dalam pembunuhan MAHM (9), putra anggota Dewan Pakar DPD PKS Kota Cilegon, Maman Suherman, diamankan aparat kepolisian pada Jumat (3/1/2025). Penangkapan dilakukan saat HA diduga hendak melakukan aksi pencurian.

Proses pengamanan berlangsung menegangkan karena pelaku sempat bersembunyi di kolong mobil yang terparkir di garasi rumah milik mantan anggota DPRD Cilegon, Roisyudin Sayuri. Salah satu kerabat Roisyudin, Dede Rohana, menuturkan bahwa HA tertangkap basah ketika mencoba mengambil brankas dari rumah yang berada di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Banten.

Aksi tersebut diketahui setelah pelaku kepergok asisten rumah tangga. Pria asal Palembang, Sumatera Selatan, itu kemudian bersembunyi di bawah mobil lantaran mengalami luka di bagian kaki akibat terjatuh dari tangga.

"Dia (pelaku) ngumpet di bawah mobil, karena memang dia itu badannya kecil," kata Dede saat berbincang dengan Kompas.com melalui sambungan telepon, dikutip dari Kompas.com.

Warga bersama aparat kepolisian kemudian mengepung lokasi. HA akhirnya berhasil dikeluarkan dari persembunyiannya dan diamankan guna menghindari amukan massa. Dede juga menyampaikan bahwa sebelumnya HA diduga telah membawa kabur sejumlah barang berharga, seperti perhiasan, dari rumah Roisyudin pada Minggu (28/1/2025).

Ia menambahkan, rekaman CCTV menunjukkan ciri-ciri pelaku yang sesuai, ditambah dengan ditemukannya perhiasan sebagai barang bukti. Saat kejadian tersebut, pelaku diketahui gagal membawa brankas meski sudah sempat mengeluarkannya dari dalam rumah.

 

HA kemudian kembali mendatangi rumah itu pada Jumat (2/1/2026) siang, memanfaatkan kondisi rumah yang kosong karena pemiliknya sedang berada di luar kota. Kali ini, ia datang dengan perlengkapan yang lebih lengkap.

"Di tasnya itu ada alat pemanas gembok, kayanya dia datang lagi mau dibongkar di dalam rumah, biar dibawa isinya saja," ungkap Dede.

Sebagai anggota DPRD Banten dari Fraksi PAN, Dede mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa HA merupakan pelaku pembunuhan anak kelas IV SD di Perumahan BBS III, Cilegon. Informasi tersebut baru diketahui setelah mendapat penjelasan dari pihak kepolisian.

"Kita tidak tahu awalnya ada kaitannya sama kasus pembunuhan di BBS. Kita baru tahu semalem bahwa pelaku spesialis rumah mewah, rumah kosong," ujar dia.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, belum memberikan keterangan rinci terkait penangkapan terduga pelaku tersebut. Ia meminta media menunggu penjelasan resmi yang akan disampaikan dalam konferensi pers.

"Mohon bersabar nanti tunggu presscon ya," ujar Dian. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPBD: Pergerakan tanah terus terjadi di area sinkhole Limapuluh Kota
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Lebih daripada 800 Ribu Orang Datang ke Jakarta setelah Libur Nataru, Datang Naik KA Jarak Jauh
• 7 jam lalumerahputih.com
thumb
2 Terdakwa Kasus Proyek Fiktif Didakwa Rugikan Negara Rp 46,8 M
• 4 jam laludetik.com
thumb
9 Fakta Terbaru soal Pembunuhan Anak Politikus PKS di Cilegon
• 9 jam laludetik.com
thumb
Usai Memilih Damai, Inara Rusli Berencana Mengesahkan Pernikahan dengan Insanul Fahmi
• 22 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.