Polisi telah menangkap HA (30) yang diduga membunuh anak politikus PKS di Cilegon, Banten. Ada sejumlah fakta baru yang diungkap polisi.
Dirangkum detikcom, Senin (5/1/2026), anak politikus PKS Cilegon Maman Suherman tewas dibunuh di rumahnya di perumahan BBS 3, Cilegon, pada 16 Desember 2025. Bocah 9 tahun itu tewas bersimbah darah di lantai satu rumah mewah tersebut.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menangkap HA pada Jumat (2/1). Berikut sembilan fakta terbaru yang diungkap polisi dalam konferensi pers Senin (5/1):
Dipicu Motif Ekonomi
Polisi mengungkap HA melakukan aksinya karena motif ekonomi. HA disebut rugi saat main kripto.
"Yang bersangkutan melakukan aksinya, motif ekonomi," ujar Dirreskrimum Polda Banten Kombes Dian Setyawan di Polres Cilegon.
Dia mengatakan HA awalnya bermain kripto dengan modal Rp 400 juta. Dana tersebut didapatkan dari tabungan bersama istrinya.
"Dari Rp 400 juta ini dimainkan berkembang sampai mendatangkan keuntungan senilai Rp 4 miliar," kata Dian.
Setelah mendapatkan Rp 4 miliar, pelaku diduga belum puas dan lanjut main kripto. Hal tersebut malah membuat HA merugi.
HA disebut meminjam uang dari bank RP 700 juta, pinjam dari koperasi tempat bekerja Rp 70 juta, dan meminjam dari pinjaman online (pinjol) Rp 50 juta. Uang itu digunakan untuk main kripto, namun gagal lagi.
Polisi juga menemukan rekam medis pada handphone pelaku. Pelaku menderita penyakit kanker stadium 3 sejak 2020.
"Yang bersangkutan rutin tiap minggu melaksanakan pengobatan rutin maupun kontrol dokter dengan pengobatan kemoterapi di rumah sakit S di daerah semanggi. Karena himpitan ekonomi inilah mendorong yang bersangkutan untuk melakukan tindak pidana ini," kata Dian.
(haf/haf)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3215828/original/052789100_1598082876-22_Agustus_2020-3_ok.jpg)

