Marak Teror Influencer, Menteri HAM Pigai: Pelakunya Bukan Aktor Pemerintah

disway.id
2 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Isu teror yang diklaim menimpa sejumlah influencer usai lontaran berbagai kritik pedas terhadap penanganan banjir di Sumatera memantik reaksi tegas dari Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai.

Pigai pasang badan dan menegaskan bahwa tudingan yang menyudutkan pemerintah sangat tidak berdasar jika melihat fakta di lapangan.

​Ia menekankan bahwa selama ini negara telah bekerja secara masif dan terencana, bahkan menurutnya Presiden Prabowo Subianto secara rutin hadir di lokasi bencana.

BACA JUGA:Prediksi dan Link Streaming Bali United vs Arema FC di Liga Super 2025/26

Pigai menepis narasi yang seolah-olah menyebut pemerintah abai atau antikritik. Menurutnya, penanganan banjir dan longsor di Sumatera telah dijalankan melalui skema yang sistematik.

Mulai dari tahap tanggap darurat hingga pemulihan infrastruktur skala besar di lokasi-lokasi terdampak seperti Aceh Tamiang.

Sebagai bukti nyata, Pigai menyinggung intensitas kunjungan Prabowo ke wilayah terdampak guna memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat.

​"Semua orang tentu tahu dan telah menyaksikan bahwa hampir setiap minggu Presiden datang ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," ujar Pigai dalam keterangan resmi, Minggu 4 Januari 2026.

BACA JUGA:Connie Bakrie soal Invasi AS ke Venezuela: Ketika Perang Memaksa Dunia Membentuk Aliansi Baru

Menurut Pigai, kehadiran Prabowo di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab mutlak yang tidak bisa dipungkiri.

Di sisi lain, secara kritis Pigai juga memberikan catatan terhadap fenomena pengakuan teror yang dialami beberapa influencer belakangan ini.

Menurut dugaannya, ada potensi penggunaan isu intimidasi sebagai alat untuk mendulang simpati publik atau sekadar meningkatkan popularitas di media sosial.

​Ia menegaskan ruang demokrasi yang saat ini sangat terbuka, tidak disalahgunakan untuk kepentingan semata.

BACA JUGA:Dikawal FBI, Nicolas Maduro Dibawa ke Pangkalan Militer AS di New York

​"Tidak tertutup kemungkinan ada pihak yang memanfaatkan narasi tersebut sebagai playing victim untuk menaikkan jumlah subscriber dan pengikut (followers)," cetusnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
6 Alasan Pilkada Melalui DPRD Harus Ditolak!
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Guru Vajradhara His Holiness the 12th Chamgon Kenting Taisitupa Tiba di Indonesia
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Fernandes dan Maguire ucapkan perpisahan kepada Ruben Amorim
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bursa Eropa Cetak Rekor, Saham Pertahanan Terdongkrak Ketegangan Venezuela
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ustaz Hilmi Firdausi Nyeletuk soal Buzzer: Harusnya Berterima Kasih ke Pandji
• 3 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.