Ustaz Hilmi Firdausi Nyeletuk soal Buzzer: Harusnya Berterima Kasih ke Pandji

fajar.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Ustaz Hilmi Firdausi, menyentil buzzer yang menyerang Komika Pandji Pragiwaksono usai spesial show bertajuk Mens Rea ramai diperbincangkan publik dan viral di media sosial.

Dikatakan UHF, akronim namanya, serangan para buzzer justru menunjukkan besarnya dampak pertunjukan tersebut.

Bahkan, ia menyebut polemik yang muncul memberi keuntungan tersendiri bagi para buzzer.

“Para buzzer harus berterima kasih sama Pandji,” ujar UHF di X @hilmi28 (6/1/2026).

Ia menegaskan, gegara Mens Rea, aktivitas buzzer di ruang digital kembali menggeliat dan semakin masif.

“Gegara Mens Rea kalian dapat job lagi,” katanya.

UHF juga menyinggung intensitas serangan yang menurutnya kini semakin terlihat.

“Bahkan saya lihat sekarang lebih masif. Congratz yaa,” tandasnya.

Sebelumnya, Pandji menegaskan, Mens Rea tidak dibuat untuk menyerang kelompok atau pihak tertentu.

Dikatakan Pandji, banyak orang keliru memahami arah materi yang ia bawakan di atas panggung.

“Orang berpikir Mens Rea itu dibikin untuk nyenggol ini, nyenggol itu,” ujar Pandji dikutip pada Selasa (6/1/2026).

Namun, ia menekankan bahwa sasaran utama dalam spesial show tersebut justru adalah masyarakat luas.

“Yang disenggol oleh Mens Rea, rakyat Indonesia,” tegasnya.

Pandji menjelaskan, sejak awal hingga akhir pertunjukan, materi stand up yang ia bawakan bertujuan untuk mengajak penonton lebih sadar akan peran mereka dalam sistem demokrasi.

“Dari awal sampai akhir, materi stand up dalam Mens Rea itu untuk bikin semua orang yang tahu dia adalah bagian dari negara demokrasi untuk lebih baik menjadi bagian dari demokrasi,” katanya.

Ia juga menyinggung soal kondisi politik nasional yang kerap dipersoalkan publik.

Kata Pandji, situasi politik tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada elite atau lembaga negara semata.

“Gua ngerasa kondisi politik kita itu sebenarnya tanggung jawab kita juga,” ucapnya.

Pandji menekankan, masyarakat sering kali gemar menyalahkan DPR dan pemerintah tanpa bercermin pada realitas bahwa wakil rakyat merupakan cerminan dari masyarakat itu sendiri.

“Cuma kita sering banget, ih salah ini, salah ini, DPR kacau. Lah DPR kan rata-rata rakyat,” Pandji menuturkan.

” Ia melanjutkan, Kan perwakilan rakyat, rata-rata rakyat kayak gitu ya lu dapet orang kayak gitu,” tambahnya.

Karena itu, Pandji mengajak masyarakat untuk mulai berbenah jika menginginkan perubahan dalam dunia politik.

“Kalau nggak pengen dapat orang kayak gitu, yah benahi diri kita. Gue jamin sejamin-jaminnya,” timpalnya.

Terkait Mens Rea, Pandji mengklaim pertunjukan tersebut dirancang agar bisa dinikmati oleh semua kalangan, baik yang paham politik maupun yang awam.

“Orang nggak ngerti politik, masuk Mens Rea, keluar ngerti. Gue jamin. Belum tentu suka, tapi ngerti,” terang dia.

Pandji bilang, penonton yang memahami isu politik akan mendapatkan kepuasan tersendiri dari referensi yang disajikan.

“Mens Rea itu orang yang ngerti politik akan happy, ketawa-ketawa,” imbuhnya.

Sementara itu, bagi penonton yang belum akrab dengan isu politik, Pandji memastikan tetap ada unsur hiburan yang bisa dinikmati.

“Orang yang nggak ngerti politik juga akan happy, walaupun harus gua akuin yang nggak ngerti politik ada kayak orang nonton film tuh, ih itu,” kata Pandji.

Ia mengakui bahwa penonton yang memahami politik akan menangkap referensi yang lebih lengkap. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pesan dan hiburan dalam Mens Rea tetap dapat diterima semua kalangan.

“Memang yang ngerti politik akan dapat referensi lebih lengkap. Tapi gue jamin orang yang nggak ngerti politik akan terhibur juga,” kuncinya. (Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pencarian Keluarga Pelatih Valencia Diperpanjang Ketiga Kalinya, Upaya Terbaik Dikerahkan
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Curanmor Bersenpi Beraksi di Slipi, Lepas Tiga Tembakan Kena Pedagang Beras: Motor Pelaku Ditinggal
• 11 jam laludisway.id
thumb
Indonesia Steps Up Surveillance as ‘Super Flu’ Spreads Globally
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Putusan Cerai Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Digelar Hari Ini, Pengadilan Agama Agendakan Sidang Secara Online
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Spanyol: Aksi Trump Jelas-Jelas Ilegal
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.