KUPANG, KOMPAS — Sepuluh hari dicari, jasad Martin Carreras Fernando (44), pelatih tim sepak bola perempuan Valencia CF di Spanyol, akhirnya ditemukan pada Minggu (4/1/2026) siang. Dua orang lainnya masih dicari sehingga waktu pencarian diperpanjang hingga tiga hari ke depan atau 7 Januari 2026.
Fernando adalah salah satu korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo. Jasadnya ditemukan sekitar dua kilometer dari titik diduga kapal tenggelam, dekat Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
”Setelah diindentifikasi tim forensik Polda NTT, terkonfirmasi jasad itu Martin Carreras Fernando,” kata Fathur Rahman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere. Dengan demikian, kini tersisa dua korban hilang dalam peristiwa tenggelamnya kapal wisata itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan kapal wisata kembali terjadi di destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo. Setelah 30 menit berlayar dari Pulau Kalong, pada Jumat (26/12/2025), pukul 20.30 Wita, kapal mengalami mati mesin.
Kapal terombang-ambil oleh kondisi cuaca buruk sehingga kapal tersebut pun tenggelam. Saat itu tercatat ada empat awak kapal, satu pemandu wisata, dan enam anggota keluarga Fernando.
Selain Fernando, tercatat ada istrinya, Ortuno Andrea. Selain itu, ada empat anak pasangan itu. Mereka adalah Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, Martines Ortuno Enriquejavier, dan Mar Martinez Ortuno.
Ortuno Andrea dan Mar Martinez ditemukan selamat. Namun, seperti ayahnya, Martines Ortuno Maria Lia. dilaporkan tewas. Adapun Martin Garcia dan Martines Enriquejavier masih dicari.
Fathur mengatakan, pencarian akan kembali diperpanjang sampai tiga hari ke depan. Operasi SAR awalnya berlangsung tujuh hari mulai 26 Desember 2025. Selanjutnya, pencarian diperpanjang tiga hari mulai 2 Januari 2025. Kini ditambah lagi hingga 7 Januari 2025.
Perpanjangan pencarian, lanjutnya, dilakukan lantaran adanya penemuan satu lagi jasad korban. Semua kekuatan tim SAR gabungan yang melibatkan berbagai unsur seperti Polri dan TNI dikerahkan sejak awal pencarian. Operasi SAR mendapat perhatian dari Pemerintah Spanyol.
Sementara itu, penyebab tenggelamnya KM Putri Sakinah terus didalami polisi. Belasan orang sudah diperiksa polisi. Kasus itu kini masuk tahap penyidikan. Artinya, polisi sudah menemukan bukti yang cukup bahwa telah terjadi tindak pidana.
Serial Artikel
Pesona Pulau Padar yang Tak Pudar
Di tengah pandemi, keindahan Padar tidak pernah pudar. Pulau ketiga terbesar di Taman Nasional Komodo itu tetap indah dan menanti wisatawan untuk datang melepas rindu.
Beredar informasi, ada dugaan modifikasi ruang kapal yang menyebabkan kapal tenggelam. Modifikasi berupa penambahan dek dan kamar. Hal semacam itu banyak dilakukan pemilik kapal wisata yang beroperasi di Labuan Bajo.
Berkaca pada kecelakaan yang terjadi sebelumnya, hal itu tidak lepas dari persoalan keseimbangan kapal. Angin kencang dan gelombang yang datang tiba-tiba seketika menumbangkan kapal.
”Semua aspek, termasuk kondisi kapal, didalami penyidik. Bagaimana bentuk kapal yang tahan terhadap gelombang, bagaimana bentuk ideal sebuah kapal itu aman dan layak berlayar,” kata Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra.
Henry menyampaikan terima kasih atas informasi publik yang mendukung proses penyidikan kasus tersebut. Ia memastikan tim penyidik bekerja secara profesional dan komprehensif.
Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia, berpendapat, keseimbangan kapal menentukan keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, modifikasi atau penambahan ruang harus memperhitungkan keseimbangan kapal.
Ia pun mendorong agar dilakukan pemeriksaan ulang terhadap semua kapal wisata yang beroperasi di Labuan Bajo. Kapal yang tidak seimbang dilarang beroperasi agar jangan ada lagi kecelakaan kapal. Wisata seharusnya membahagiakan, bukan malah menjadi tragedi yang memilukan.
Serial Artikel
Modifikasi Kapal Berakibat Fatal, Dugaan Tenggelamnya Keluarga Pelatih Valencia di Labuan Bajo
Banyak pemilik kapal wisata menambah dek dan ruang di kapal. Akibatnya, kapal tidak seimbang sehingga mudah tenggelam.




