Trump: AS tak rencanakan operasi militer ke Kuba

antaranews.com
2 hari lalu
Cover Berita
Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu mengatakan Washington tidak merencanakan operasi militer terhadap Kuba setelah operasi di Venezuela, seraya menyebut Kuba sebagai “negara yang sedang gagal” dan menilai sistem politik serta ekonominya tidak berjalan baik bagi rakyatnya.

Dalam wawancaranya dengan harian The New York Post, Sabtu (3/1), Trump menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan tindakan militer AS terhadap Kuba dengan menegaskan bahwa langkah tersebut tidak ada dalam rencana saat ini.

Ia menyatakan Kuba tengah menghadapi kesulitan serius dan sistem yang diterapkan selama ini tidak membawa hasil yang diharapkan.

Menurut Trump, kondisi tersebut membuat Kuba berpotensi menjadi topik pembahasan lebih lanjut di masa depan, namun bukan dalam konteks operasi militer.

Pernyataan itu disampaikan Trump di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap kebijakan luar negeri AS di kawasan Amerika Latin, menyusul operasi Washington di Venezuela yang memicu reaksi beragam dari negara-negara di kawasan dan komunitas global.

Baca juga: Kuba kutuk pelanggaran jet tempur AS ke wilayah udara Venezuela

Presiden Trump, Sabtu, mengumumkan AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

Media setempat melaporkan sejumlah ledakan di Caracas dan mengeklaim bahwa operasi tersebut dilakukan anggota unit elit Delta Force.

Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri Venezuela mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengelar rapat darurat yang membahas serangan AS tersebut.

Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro tetap menjadi satu-satunya pemimpin negara tersebut.

"Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros," katanya pada pertemuan Dewan Pertahanan menyusul operasi AS terhadap Venezuela.

Baca juga: Serangan militer AS ke Venezuela dikecam keras oleh Kuba, Kolombia

Rodriguez mengatakan apa yang terjadi pada Venezuela pada Sabtu bisa saja terjadi pada negara mana pun di kawasan ini.

"Kami meminta negara-negara di Tanah Air yang Agung untuk bersatu. Apa yang dilakukan terhadap Venezuela hari ini bisa terjadi pada negara mana pun di kawasan. Penggunaan kekuatan ini bisa diarahkan ke negara mana pun," katanya.

Sumber: Sputnik/RIA Novost​​​​​​​i

Baca juga: Presiden Kuba kecam rencana AS untuk gulingkan pemerintah Venezuela

​​​​​​​


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polemik Prajurit di Sidang Nadiem Makarim, Usman Hamid: TNI Bukan Satpam Jaksa
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
Usia Hampir 30 Tahun, Jennie Blackpink Merasa Seperti Bayi Baru Melangkah
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
Mengejutkan! Insiden Langka Lahan Sayur di Sichuan, Tiongkok Terbakar, Menyala 7 Hari Berturut-turut Tak Padam Meski Hujan Turun
• 12 jam laluerabaru.net
thumb
Studi: Tato Bisa Pengaruhi Sistem Imun hingga Tingkatkan Risiko Kanker
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Ustaz Hilmi Firdausi Nyeletuk soal Buzzer: Harusnya Berterima Kasih ke Pandji
• 12 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.