REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, mencatat peningkatan jumlah penumpang keberangkatan sejak awal tahun 2026, menandai dimulainya arus balik wisatawan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Gede Eka Sandi Asmadi, Kepala Divisi Komunikasi dan Legal Bandara, menyatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, pergerakan penumpang didominasi aktivitas keberangkatan.
Menurut Gede Eka, tren pergerakan penumpang selama tiga hari terakhir menunjukkan dominasi keberangkatan, mengindikasikan arus balik telah dimulai. Pada Kamis (1/1), dari total 70.071 penumpang harian, 16.124 penumpang domestik dan 21.707 penumpang internasional tercatat melakukan perjalanan keluar dari Bali.
Tren serupa berlanjut pada Jumat (2/1), di mana dari 77.367 penumpang, sebanyak 17.978 penumpang domestik dan 25.225 penumpang internasional melakukan keberangkatan. Pola ini konsisten pada Sabtu (3/1) dengan total 74.866 penumpang, di mana 17.664 penumpang domestik dan 24.099 penumpang internasional meninggalkan Bali.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Jumlah tersebut mencerminkan pola yang lazim terjadi setelah pergantian tahun. Sebelumnya, ramai wisatawan memasuki Bali selama libur Natal, namun pergerakan mulai berbalik seiring berakhirnya masa liburan. Posko Nataru di Bandara I Gusti Ngurah Rai akan tetap beroperasi hingga 5 Januari 2026 untuk mengakomodasi arus kedatangan dan keberangkatan wisatawan, serta memastikan kelancaran lalu lintas penerbangan.
Selama 20 hari operasional Posko Nataru, sejak 15 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, Bandara I Gusti Ngurah Rai telah melayani 1.408.753 penumpang atau rata-rata 70.438 penumpang per hari. Angka ini meningkat 6 persen dibandingkan rata-rata harian Januari hingga November yang tercatat 66.222 penumpang per hari. Trafik pesawat selama periode Nataru mencapai 8.648 pergerakan dengan rata-rata 432 pergerakan per hari, meningkat 11 persen dibandingkan rata-rata harian sepanjang 2025 yang berada di angka 390 pergerakan per hari.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Konten ini diolah dengan bantuan AI.

/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2025%2F02%2F12%2F33265e75-030e-4089-8ad2-0ace5b0fb352_jpg.jpg)

