Minyak goreng bersubsidi Minyakita di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali sulit ditemukan di pasaran. Kelangkaan ini bukan disebabkan oleh menurunnya produksi, melainkan distribusi yang dinilai tidak berjalan lancar sehingga menyebabkan pasokan ke daerah pun terhambat.
Para distributor di Pati diketahui harus bersaing ketat untuk mendapatkan jatah pasokan dari pabrik. Kondisi ini disebut telah berlangsung selama tiga hingga empat bulan terakhir dan berdampak langsung pada masyarakat yang bergantung pada minyak goreng bersubsidi tersebut.
Baca Juga :
Harga Cabai Rawit hingga Bawang Merah Turun Hari IniTak hanya sulit diperoleh, harga jual Minyakita kini juga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter. Kelangkaan di tingkat pasar dan tingginya permintaan menimbulkan kekhawatiran adanya permainan distribusi di lapangan.
Jika situasi ini berlanjut, stok daerah berpotensi terganggu dan harga dapat terus merangkak naik. Pemerintah daerah pun didorong untuk turun tangan guna memastikan distribusi kembali lancar dan harga di pasaran sesuai dengan HET.
(Nada Nisrina)




