Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mendorong keterlibatan kelompok pecinta alam untuk mengembangkan potensi wisata berbasis alam di wilayah tersebut.
Langkah itu ditempuh untuk memperkuat promosi destinasi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong Riki Irawan mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema pengaktifan kembali Forum Pecinta Alam Rejang Lebong yang selama ini dinilai belum berjalan optimal.
"Kita sudah menyiapkan skema pengaktifan kembali Forum Pecinta Alam Rejang Lebong yang selama ini dinilai belum optimal. Forum ini akan kembali dilibatkan secara aktif dalam berbagai program kepariwisataan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong," kata Riki Irawan saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu.
Ia menjelaskan, kelompok pecinta alam memiliki posisi sebagai mitra strategis dalam pengembangan sektor pariwisata daerah. Keterlibatan mereka dinilai penting untuk memperkuat promosi wisata alam sekaligus memastikan aspek pelestarian lingkungan tetap terjaga.
Pengaktifan kembali Forum Pecinta Alam Kabupaten Rejang Lebong, lanjut Riki, ditujukan untuk membantu pemerintah daerah dalam mempromosikan serta mengembangkan potensi wisata alam yang ada.
"Selama ini aktivitas kelompok pecinta alam hanya dinilai orang sebatas kegiatan naik turun gunung. Pada hal mereka ini memiliki potensi besar untuk dilibatkan dalam promosi destinasi wisata, pendampingan wisata minat khusus, hingga edukasi konservasi lingkungan," tegasnya.
Menurut Riki, keterlibatan komunitas pecinta alam memberikan nilai tambah dalam pengembangan ekowisata dan wisata petualangan. Pengalaman mereka di lapangan membuat kelompok ini lebih memahami karakter alam, jalur wisata, serta potensi risiko yang perlu diantisipasi.
Ia menambahkan, kelompok pecinta alam tidak hanya berperan sebagai duta wisata, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memastikan aktivitas pariwisata tidak merusak lingkungan. Selain itu, mereka diharapkan terlibat aktif dalam upaya konservasi sumber daya alam.
Hingga saat ini, Kabupaten Rejang Lebong telah memiliki 26 desa wisata yang memanfaatkan beragam potensi lokal. Potensi tersebut mencakup sungai, danau, sumber air panas, air terjun, gunung api, kawasan hutan, hingga sektor pertanian yang dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis alam dan budaya.
Baca juga: Rejang Lebong-Bengkulu promosikan potensi daerah ke pengusaha Malaysia
Baca juga: Disdikbud: Raja dan Sultan se-Nusantara kunjungi Rejang Lebong
Langkah itu ditempuh untuk memperkuat promosi destinasi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong Riki Irawan mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema pengaktifan kembali Forum Pecinta Alam Rejang Lebong yang selama ini dinilai belum berjalan optimal.
"Kita sudah menyiapkan skema pengaktifan kembali Forum Pecinta Alam Rejang Lebong yang selama ini dinilai belum optimal. Forum ini akan kembali dilibatkan secara aktif dalam berbagai program kepariwisataan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong," kata Riki Irawan saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu.
Ia menjelaskan, kelompok pecinta alam memiliki posisi sebagai mitra strategis dalam pengembangan sektor pariwisata daerah. Keterlibatan mereka dinilai penting untuk memperkuat promosi wisata alam sekaligus memastikan aspek pelestarian lingkungan tetap terjaga.
Pengaktifan kembali Forum Pecinta Alam Kabupaten Rejang Lebong, lanjut Riki, ditujukan untuk membantu pemerintah daerah dalam mempromosikan serta mengembangkan potensi wisata alam yang ada.
"Selama ini aktivitas kelompok pecinta alam hanya dinilai orang sebatas kegiatan naik turun gunung. Pada hal mereka ini memiliki potensi besar untuk dilibatkan dalam promosi destinasi wisata, pendampingan wisata minat khusus, hingga edukasi konservasi lingkungan," tegasnya.
Menurut Riki, keterlibatan komunitas pecinta alam memberikan nilai tambah dalam pengembangan ekowisata dan wisata petualangan. Pengalaman mereka di lapangan membuat kelompok ini lebih memahami karakter alam, jalur wisata, serta potensi risiko yang perlu diantisipasi.
Ia menambahkan, kelompok pecinta alam tidak hanya berperan sebagai duta wisata, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memastikan aktivitas pariwisata tidak merusak lingkungan. Selain itu, mereka diharapkan terlibat aktif dalam upaya konservasi sumber daya alam.
Hingga saat ini, Kabupaten Rejang Lebong telah memiliki 26 desa wisata yang memanfaatkan beragam potensi lokal. Potensi tersebut mencakup sungai, danau, sumber air panas, air terjun, gunung api, kawasan hutan, hingga sektor pertanian yang dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis alam dan budaya.
Baca juga: Rejang Lebong-Bengkulu promosikan potensi daerah ke pengusaha Malaysia
Baca juga: Disdikbud: Raja dan Sultan se-Nusantara kunjungi Rejang Lebong



