Bisnis.com, AGAM - Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi meminta kepada warga yang berada di Maninjau, Tanjung Raya dan sekitarnya berada di Kabupaten Agam untuk mengungsi sementara waktu seiring melihat kondisi ancaman bencana alam yang masih terjadi di daerah itu.
Dia menyampaikan kondisi cuaca di daerah Agam masih terjadi turun hujan, dan hal ini berisiko bagi masyarakat yang berada di wilayah Maninjau, karena bencana susulan masih terjadi. Upaya dini yang bisa dilakukan adalah warga harus mengungsi ke tempat lebih aman, sambil memantau kondisi cuaca.
“Penanganan terus kami lakukan bersama Pemkab Agam, dan saya juga sudah menginstruksikan pihak terkait untuk segera melakukan pengerukan di sepanjang aliran sungai. Dengan ini, apabila hujan turun, air tidak meluap dan bencana serupa tidak terulang kembali,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (5/12/2026).
Mahyeldi meminta Kepala Dinas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar berkoordinasi dengan pihak balai sungai agar segera melakukan pengerukan di sepanjang aliran sungai yang sudah mengalami pendangkalan, sebelum dampak luapan air semakin parah.
Menurutnya langkah cepat yang perlu dilakukan saat ini adalah pengerukan di sepanjang aliran sungai, sehingga kondisi aliran sungai bisa kembali seperti semula, dan ketika hujan turun, tidak menyebabkan banjir hingga ke pemukiman masyarakat.
“Selain penanganan, saya juga sangat berharap masyarakat mau untuk mengungsi sementara waktu terlebih dahulu, sampai kondisi pengerjaan di aliran sungai bisa tuntas dikerjakan,” tegasnya.
Baca Juga
- Hutama Karya Perkuat Akses Air Bersih Pascabencana di Sumatra Barat
- Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Wilayah Agam Sumatra Barat
- KLH Segel 5 Perusahaan Tambang Diduga Pemicu Banjir Sumatra Barat
Sementara itu, Bupati Agam Benny Warlis menyampaikan dalam melakukan penanganan ini Pemkab Agam mendapatkan tambahan alat berat yang diturunkan Gubernur Mahyeldi, selain itu juga membawa sejumlah bantuan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak di daerah tersebut.
Benny bilang juga turut melakukan menelusuri dua hulu sungai di Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, yang menyatu dan mengalir ke sebuah torehan besar, yang diduga kuat menjadi penyebab terjadinya banjir bandang di Sungai Pisang beberapa waktu lalu. Ternyata kondisi torehan tersebut menjadi jalur aliran air yang membawa material longsor hingga menyebabkan banjir di wilayah hilir.
“Jadi kami akan segera melaksanakan langkah - langkah mitigasi bencana agar akses jalan yang terisolasi dapat kembali dibuka,” sebutnya.
Dia menyampaikan bahwa para pengungsi diimbau untuk menempati hunian sementara (huntara) yang telah disediakan. Dimana Pemkab Agam juga menyiapkan bantuan Dana Tunai Hunian (DTH) yang disalurkan berbasis data kependudukan by name by address. “Kebijakan ini dirancang untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi secara adil, terukur, dan akuntabel selama masa transisi darurat,” tegasnya.
Saat berada di lokasi, Benny menjelaskan bahwa longsor tersebut menutup badan jalan secara total sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Dia berharap penanganan dapat dilakukan secepat mungkin agar akses transportasi dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.



