LAMONGAN (Realita) - Sekretaris Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Azharul Umam Rizqo, akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan terkait penggerebekan dirinya bersama seorang perempuan berinisial D (26) di sebuah rumah kontrakan Perumahan Griya Permata Insani (GPI), Lamongan, beberapa hari lalu.
Azharul menilai informasi yang beredar di media sosial dan sejumlah kanal pemberitaan tidak valid serta cenderung tendensius.
Baca juga: Toko Kelontong 24 Jam Gunakan Fasum, Satpol PP Lamongan Diminta Tegas
Ia menyebut peristiwa tersebut telah dibesar-besarkan dan dikaitkan dengan urusan pekerjaannya sebagai perangkat desa.
“Dalam hal ini saya dan keluarga merasa dirugikan. Kejadian tersebut sebenarnya urusan rumah tangga, namun dikait-kaitkan dengan jabatan dan pekerjaan saya,” ujar Azharul saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).
Dirinya juga mengaku tidak nyaman dengan dampak pemberitaan yang terus bergulir. Menurutnya, isu yang berkembang telah mengganggu ketenangan keluarga dan konsentrasi kerjanya di kantor desa.
“Saya dan keluarga merasa tidak nyaman dengan isu yang timbul akibat pemberitaan ini. Saat ini saya sedang fokus bekerja karena ada agenda penting pergantian tahun,” ungkapnya.
Baca juga: Bocah di Desa Pangumbulanadi Lamongan Tenggelam di Bekas Galian Tanah Ganjaran
Azharul menegaskan bahwa dirinya telah memberikan penjelasan lengkap kepada Kepala Desa dan Camat setempat terkait kejadian tersebut. Ia menyayangkan maraknya informasi di media sosial yang dinilainya tidak melalui proses verifikasi.
“Sebagai manusia biasa saya merasa resah karena berita ini muncul di media sosial yang bukan media mainstream, tanpa filter, sehingga menimbulkan banyak spekulasi. Padahal yang beredar masih bersifat opini atau dugaan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Wonokromo, Ari Sahal, membenarkan bahwa Azharul Umam merupakan Sekretaris Desa aktif dan telah diberikan sanksi internal pascakejadian tersebut.
Baca juga: Ratusan Warga Desa Seduni Lamongan, Ikuti Sedekah Bumi di Tengah Banjir
“Yang bersangkutan sudah saya berikan surat peringatan,” kata Ari singkat. Namun, Ari tidak merinci apakah surat peringatan tersebut disertai sanksi lanjutan atau rekomendasi ke tingkat kecamatan maupun inspektorat.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Azharul Umam digerebek warga pada Jumat malam (12/12/2025) sekitar pukul 19.31 WIB. Ia kedapatan berada di dalam rumah kontrakan bersama perempuan berinisial D.
Reporter : Defit Budiamsyah
Editor : Redaksi

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4843081/original/038659200_1716722680-Pidato_Megawati_Tutup_Rakernas_V_PDIP-ANGGA_5.jpg)



