BCA (BBCA) Resmi Tutup BCA Finance Limited di Hong Kong, Alihkan Layanan Digital

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan likuidisi entitas usahanya yakni BCA Finance Limited. Sejak Sabtu (3/1) BCA menerima informasi dari Hong Kong Company Registry bahwa  likuidasi telah efektif.

Perseroan menunjuk tim likuidator di Hong Kong untuk melaksanakan proses likuidasi tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Corporate Secretary BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, menjelaskan alasan BCA mengambil keputusan likuidasi karena layanan perbankan bagi nasabah BCA di Hong Kong yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka kini dapat dilayani melalui layanan digital milik perseroan.

“BCA Finance Limited bergerak di bidang usaha remittance & money lending diHong Kong yang merupakan entitas perusahaan anak yang dikendalikan 100% oleh BCA,” demikian tertulis dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (5/1). 

Ia mengatakan keputusan tersebut merupakan inisiatif bisnis yang adaptif dan sejalan dengan perubahan perilaku nasabah yang kini semakin mengandalkan teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan produk dan layanan keuangan. 

Perseroan juga telah memiliki layanan digital untuk melayani transaksi remitansi nasabah, sehingga langkah ini menjadi bagian dari upaya BCA mengoptimalkan pengelolaan sumber daya.

Kinerja BCA Hingga Kuartal III 2025

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat laba bersih hingga kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp 43,4 triliun, naik 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 41,07 triliun. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh 7,6% secara tahunan menjadi Rp 944 triliun.  

Meski tumbuh, kinerja pertumbuhan laba dan kredit pada kuartal ketiga 2025 ini sebenarnya melambat dibandingkan kuartal II 2025. Pada kuartal II 2025, laba perseroan tumbuh 8% secara tahunan, sedangkan penyaluran kredit tumbuh 12,9% secara tahunan. 

“Terjaganya penyaluran kredit BCA di berbagai segmen dan sektor hingga September 2025 mencerminkan komitmen kami untuk memperluas akses pembiayaan, termasuk kepada pelaku UMKM,” ujar Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam paparan public virtual, Senin (20/10). 

Berdasarkan segmen, kredit korporasi masih menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan mencapai 10,4% menjadi Rp 436,9 triliun. Kredit komersial naik 5,7% menjadi Rp 142,9 triliun, sedangkan kredit UMKM tumbuh 7,7% menjadi Rp 129,3 triliun. 

Dari sisi konsumsi, kredit konsumer tercatat tumbuh 3,3% yoy menjadi Rp 223,6 triliun. Segmen kredit ini didorong oleh kenaikan KPR sebesar 6,4% menjadi Rp 138,8 triliun, sedangkan kredit konsumer lainnya, seperti kartu kredit, naik 6,9% menjadi Rp 23,5 triliun.

Di sisi lain, kualitas pinjaman BCA tetap solid, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang stabil di 5,5%, serta rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di 2,1%. Pencadangan terhadap NPL dan LAR juga memadai masing-masing di 166,6% dan 69,5%.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapan Puasa 2026 Dimulai? Ini Hitungan Mundurnya
• 14 jam laluinsertlive.com
thumb
Qatar bahas dimulainya fase kedua gencatan senjata Gaza
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Di Tengah Kemarahan Warga, Pemimpin Tertinggi Iran Susun Rencana Kabur
• 8 jam laluidntimes.com
thumb
Viral Video Mesum, RSUD Kudus Bebastugaskan Dua Pegawai yang Diduga Terlibat
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Cara Mencegah Tertular Super Flu, Penyakit yang Viral di Awal Tahun Baru 2026
• 6 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.