Korea Utara Sebut Serangan di Venezuela Jadi Contoh Sifat Jahat dan Biadab Amerika Serikat

suara.com
2 hari lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Korea Utara mengutuk serangan AS di Venezuela yang menyebabkan penangkapan Presiden Maduro sebagai pelanggaran hukum internasional.
  • Pyongyang menilai tindakan Amerika Serikat merupakan hegemoni, campur tangan langsung, dan ancaman serius bagi stabilitas kawasan.
  • Kementerian Luar Negeri Korut mendesak komunitas internasional menolak tegas kebijakan koersif Washington terhadap kedaulatan negara lain.

Suara.com - Korea Utara menyampaikan kecaman keras terhadap serangan militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Pyongyang menilai langkah Washington sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan ancaman nyata bagi stabilitas kawasan.

Dalam laporan kantor berita resmi KCNA pada Minggu (4/1), Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyebut tindakan Amerika Serikat sebagai bentuk hegemoni dan campur tangan terang-terangan terhadap kedaulatan negara lain. Pyongyang menilai eskalasi yang terjadi di Venezuela tidak dapat dilepaskan dari tekanan dan paksaan yang dilakukan Washington.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan pihaknya memahami kompleksitas situasi yang tengah dihadapi Venezuela, namun menegaskan bahwa akar persoalan berasal dari kebijakan koersif Amerika Serikat. Pyongyang juga memperingatkan bahwa ketidakstabilan yang terus meningkat berpotensi memperparah kondisi regional yang sudah rapuh.

"Insiden ini menjadi contoh lain dari sifat jahat dan biadab Amerika Serikat, sifat yang telah disaksikan oleh komunitas internasional berkali-kali selama bertahun-tahun," kata kementerian tersebut seperti dikutip dari Antara, Senin (5/1/2026).

Korea Utara menilai serangan AS sebagai bentuk pelanggaran paling serius terhadap kedaulatan negara, sekaligus bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.

Pyongyang menggambarkan tindakan AS itu sebagai "hegemoni" dan bentuk "pelanggaran" kedaulatan yang paling serius, menyebutnya sebagai "pelanggaran mencolok" terhadap Piagam PBB dan hukum internasional, yang prinsip-prinsip dasarnya meliputi penghormatan terhadap kedaulatan, tidak campur tangan dalam urusan internal, dan integritas wilayah.

Lebih lanjut, Korea Utara mendesak komunitas internasional untuk tidak tinggal diam dan secara terbuka menyuarakan penolakan terhadap tindakan Amerika Serikat. Pyongyang menilai krisis Venezuela telah membawa dampak buruk tidak hanya bagi kawasan Amerika Latin, tetapi juga terhadap hubungan internasional secara luas.

Sebelumnya, pemerintah Venezuela pada Sabtu pagi (3/1) melaporkan bahwa Amerika Serikat menyerang sejumlah instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian. Menyusul serangan tersebut, Caracas menetapkan keadaan darurat nasional.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian mengonfirmasi operasi militer tersebut sebagai serangan “berskala besar”. Ia menyatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri, sebelum dibawa ke pusat penahanan di New York.

Baca Juga: China soal Serangan AS ke Venezuela: Tak Ada Negara yang Berhak Jadi 'Polisi Dunia'

Serangan tersebut terjadi setelah berbulan-bulan meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap pemerintahan Maduro. Washington menuduh pemimpin Venezuela itu terlibat dalam perdagangan narkoba, tuduhan yang telah dibantah oleh Maduro, yang sebelumnya juga menyatakan kesiapan untuk membuka jalur dialog.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Beri Bintang Jasa Utama ke Mentan Atas Capaian Swasembada Pangan
• 42 menit lalukumparan.com
thumb
Tak Ada Itikad Baik, Rully Anggi Akbar Suami Boiyen Resmi Dilaporkan
• 18 jam lalucumicumi.com
thumb
Selebgram Anrez Adelio Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Kekerasan Seksual, Korban Hamil Ngaku Disuruh Gugurkan
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Ambisi Panas Trump di Kutub Utara: Incar Greenland, Denmark dan Warga Lokal Murka
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Polda Sulut Kerahkan 204 Personel ke Sitaro Bantu Penanganan Banjir Bandang
• 17 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.