tvOnenews.com - Media Korea langsung menyoroti kabar PSSI menunjuk John Herdman sebagai pengganti Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, terkagum-kagum dengan rekam jejak sang pelatih asal Inggris.
Teka-teki mengenai siapa yang akan menakhodai Timnas Indonesia akhirnya berakhir. Pada Sabtu (3/1/2026), PSSI mengumumkan bahwa Herdman resmi menempati kursi kepelatihan.
“PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional,“ rilis PSSI, Sabtu (3/1/2026).
- Canadian Olympic Committee
Dalam wawancara saat berlibur di Meksiko, Herdman menjelaskan alasan menerima pinangan Timnas Indonesia, yaitu karena besarnya potensi yang dimiliki tim Merah-Putih.
“Yang saya lihat adalah potensi bakatnya sangat besar,“ katanya kepada The Canadian Press.
“Suasananya sangat mirip dengan Kanada. Negara yang besar, banyak potensi dengan pemain lokal, tetapi juga kemampuan untuk merekrut pemain dwikewarganegaraan yang sudah mereka mulai,“ lanjutnya.
Media Korea turut menyoroti rekam jejak Herdman sebelum ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia. Spotvnews menulis:
"Indonesia, yang gagal lolos ke Piala Dunia zona Amerika Utara dan Tengah, telah mengumumkan penggantinya sebagai pelatih."
"Menandatangani kontrak dengan manajer Inggris John Herdman, yang memimpin Kanada ke penampilan pertamanya di Piala Dunia Qatar 2022 dalam 36 tahun."
"Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) mengumumkan pada tanggal 3 bahwa 'Pelatih Herdman telah ditunjuk sebagai kepala pelatih baru tim nasional sepak bola.'"
Media Korea menekankan bahwa Herdman bukan pelatih biasa.
"Lahir pada tahun 1975, Herdman adalah seorang manajer yang tidak terpilih secara resmi dan tidak memiliki karier profesional, namun telah meninggalkan jejak yang signifikan dalam sepak bola pria dan wanita," tulisnya.
Herdman memimpin Selandia Baru lolos ke Piala Dunia Wanita FIFA 2011 dan mulai menarik perhatian dunia ketika membimbing Kanada meraih medali perunggu dalam sepak bola wanita di Olimpiade London.
Prestasinya berlanjut saat ia menangani tim pria Kanada. Pada Januari 2018, ia memutuskan mengambil alih tim nasional pria Kanada dari tim wanita, langkah yang tidak biasa, namun tetap menunjukkan kepemimpinan yang teguh.




