GenPI.co - Pengamat politik Arifki Chaniago menanggapi sikap Partai Demokrat yang memberi sinyal mendukung Pilkada melalui DPRD.
Arifki mengatakan sikap tersebut bertentangan dengan warisan politik Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Demokrat terlihat lebih memilih menjaga keberlanjutan posisi di dalam lingkungan kekuasaan,” katanya dikutip dari JPNN, Rabu (7/1).
Menurut dia, sikap politik Demokrat yang bertentangan dengan SBY ini pun mempunyai konsekuensinya.
“Ini merupakan pilihan rasional secara jangka pendek. Namun, menjadi mahal secara simbolik,” tuturnya.
Arifki menilai Demokrat berisiko kehilangan narasi moral yang melekat, terutama mengenai komitmen menjaga demokrasi.
“Demokrat yang balik badan mengenai Pilkada melalui DPRD, menjadi taruhan yang mungkin dibayar pada Pileg 2029,” ujarnya.
Dia menyampaikan Demokrat harus membangun narasi yang kuat, jika memilih mendukung Pilkada melalui DPRD.
Dukungan Pilkada melalui DPRD ini, bertentangan dengan sikap SBY dahulu yang sampai membuat Perppu membatalkan sistem pemilihan melalui legislatif.
“Demokrat secara jangka pendek aman di barisan mayoritas. Namun, identitas politiknya apa jika warisan sikap lama ditinggalkan,” ucapnya.
Sebelumnya, Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan partainya melihat usulan Pilkada mellaui DPRD patut dipertimbangkan.
“Terutama dalam memperkuat efektivitas pemda, meningkatkan kualitas kepemimpinan, dan menjaga stabilitas politik,” ucapnya. (ast/jpnn)
Video heboh hari ini:

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F07%2F4c07c23f52260cf62e0b12100b4da100-1001891696.jpg)



