BPS: Produksi Padi November 2025 Naik, Bencana Ancam Panen di Tiga Provinsi

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja positif sektor pertanian pada November 2025, dengan meningkatnya luas panen dan produksi padi secara nasional dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada bulan tersebut berpotensi menekan produksi padi di wilayah terdampak dalam beberapa bulan ke depan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa luas panen padi pada November 2025 mencapai 0,57 juta hektare. Angka ini meningkat 0,02 juta hektare atau 3,56 persen dibandingkan November 2024 yang tercatat sebesar 0,55 juta hektare.

Sejalan dengan itu, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada November 2025 diperkirakan mencapai 3,84 juta ton GKP. Jumlah tersebut naik 0,11 juta ton GKP atau 3,07 persen dibandingkan produksi November 2024 yang sebesar 3,72 juta ton GKP.

Sementara itu, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada November 2025 diperkirakan sebesar 3,20 juta ton GKG, meningkat 0,09 juta ton GKG atau 2,83 persen dibandingkan November 2024 yang tercatat 3,12 juta ton GKG.

Adapun produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada November 2025 diperkirakan mencapai 1,85 juta ton. Angka ini meningkat 0,05 juta ton atau 2,83 persen dibandingkan produksi beras November 2024 yang sebesar 1,80 juta ton.

Meski secara nasional menunjukkan peningkatan, Pudji mengingatkan adanya tekanan pada sektor pertanian di sejumlah wilayah akibat bencana hidrometeorologi. Berdasarkan perkembangan proporsi luas fase amatan Kerangka Sampel Area (KSA) padi di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, luas lahan pertanian yang berpotensi mengalami gagal panen pada November 2025 mencapai 11,43 persen. Angka ini meningkat tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Selain itu, luas lahan yang sedang ditanami padi atau standing crop di ketiga provinsi tersebut pada November 2025 tercatat sebesar 34,63 persen, lebih rendah dibandingkan kondisi pada November tahun lalu.

“Kondisi ini berdampak pada luas panen padi November 2025 dan berpotensi mempengaruhi luas panen dalam tiga bulan ke depan,”kata Pudji dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Januari 2026.

BPS akan terus memantau perkembangan fase tanam dan panen padi di wilayah terdampak bencana sebagai bahan evaluasi dan perumusan kebijakan ketahanan pangan nasional.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Asing Lanjut Borong Saham Kala IHSG Cetak ATH, Emiten Hapsoro Paling Diincar
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Baznas Salurkan 20 Ribu Paket Peralatan Sekolah untuk Korban Bencana di Sumatera Barat dan Sekitarnya
• 7 jam lalupantau.com
thumb
‎Pemerintah Klaim Keberhasilan Swasembada Pangan dan Energi dalam Setahun
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Patra Jasa Group Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatra
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Teror ke Kreator Konten, Legislator: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Praktik Intimidasi
• 3 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.