Pemerintah mengklaim keberhasilan mewujudkan swasembada pangan dan energi dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam retreat Kabinet Merah Putih yang digelar di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi mengatakan keberhasilan swasembada pangan ditandai dengan tidak adanya impor beras sepanjang 2025.
Menurut dia, kondisi tersebut merupakan yang pertama kali terjadi dan menjadi indikator penting kinerja pemerintah di sektor pangan.
“Untuk pertama kalinya kita tidak mengimpor beras di tahun 2025. Ini tentu patut disyukuri dan diharapkan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada 2026,” ujar Prasetyo kepada wartawan.
Selain pangan, pemerintah juga menyoroti capaian di sektor energi. Prasetyo menyebut target lifting migas yang ditetapkan dalam APBN 2025 berhasil dilampaui. Meski demikian, Presiden tetap meminta percepatan agar target swasembada energi dapat benar-benar terwujud.
“Target lifting yang ditetapkan di APBN 2025 berhasil terlewati. Namun kami merasa perlu melakukan percepatan karena tujuan kita jelas, yaitu swasembada energi,” katanya.
Prasetyo menjelaskan, capaian di sektor pangan dan energi dibahas secara khusus dalam retreat sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh kinerja kabinet selama satu tahun. Pemerintah menilai ketahanan pangan dan energi menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Baca Juga: Presiden Prabowo Gelar Retret Awal Tahun Kabinet Merah Putih di Hambalang
Dalam retreat tersebut, sejumlah menteri terkait dijadwalkan memaparkan langkah lanjutan untuk menjaga keberlanjutan swasembada, termasuk peningkatan produksi, penguatan infrastruktur, serta optimalisasi kebijakan pendukung.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan capaian swasembada pada 2026, bukan sekadar mempertahankan hasil yang telah diraih.
Pembahasan retreat bersifat terbuka dan tidak dibatasi waktu. Presiden Prabowo disebut ingin memastikan setiap kementerian menyampaikan laporan secara komprehensif, termasuk mengidentifikasi hambatan yang masih muncul dalam pelaksanaan kebijakan di sektor pangan dan energi.
“Kalau memang masih ada hal-hal yang perlu dibahas, tentu akan kita lanjutkan,” ujar Prasetyo.
Pemerintah berharap keberhasilan swasembada pangan dan energi dapat memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor strategis dalam jangka menengah hingga panjang.




