jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendukung sikap Istana Negara yang meminta Polri segera mengusut pelaku dan dalang teror terhadap kreator konten serta aktivis.
Legislator fraksi PKB itu menyebut Polri memang harus bergerak cepat dan serius menyelidiki pelaku di balik teror tersebut.
BACA JUGA: Kompolnas Usul Polri Pakai Teknik Cell Dump untuk Ungkap Teror ke Aktivis dan Influencer
"Negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik intimidasi,” kata Abdullah kepada awak media, Rabu (7/1).
Menurutnya, setiap rakyat di Indonesia, termasuk kreator konten, berhak menyampaikan kritik terhadap pemerintah tanpa ada pihak yang mengintimidasi.
BACA JUGA: Ada Teror Paket Misterius Berisi Kepala Kambing Busuk di Makassar, Motifnya Apa?
Abdullah mengatakan kritik menjadi bagian penting dari kehidupan demokrasi selama disampaikan dengan cara sesuai perundang-undangan.
“Kritik itu sah dan dijamin undang-undang. Selama dilakukan dengan bahasa yang santun dan etika yang benar, tidak boleh ada pihak yang merasa berhak melakukan teror atau tekanan,” ujar legislator Dapil VI Jawa Tengah itu.
BACA JUGA: LPSK Dorong Influencer Korban Teror Ajukan Perlindungan
Sekain itu, Abdullah menilai Presiden RI Prabowo Subianto sudah secara tegas menyatakan tidak antikritik dan menganggap iktirad dianggap masukan penting bagi pemerintah.
"Presiden Prabowo sudah menegaskan bahwa beliau tidak antikritik. Kritik sangat dibutuhkan agar pemerintah mengetahui kekurangan dan kesalahan yang ada, sehingga bisa dilakukan perbaikan ke depan,” tambahnya.
Oleh sebab itu, Abdullah meminta penyidikan kasus teror terhadap kreator konten dilakukan secara transparan demi menjaga kepercayaan publik.
“Penegakan hukum yang cepat dan transparan akan menjadi pesan kuat bahwa negara hadir melindungi warganya,” lanjutnya.
Sebelumnya, sejumlah kreator konten di media sosial menerima teror setelah bersuara keras terhadap penanganan bencana.
Misalnya, pegiat media sosial DJ Donny yang menerima ancaman berupa kediamannya dikirim ayam mati.
Pengirim bahkan menuliskan ancaman menggunakan karton yang intinya meminta DJ Donny tidak bersuara kritis.
Selain DJ Donny, pemilik akun Sherlyannavita juga menerima teror orang tidak dikenal yang mengirim surat ancaman dan mencoret kendaraan pribadi.
Kemudian, pemilik akun Verdian_Aurellio juga bernasib sama setelah beberapa akun anonim mengirim pesan bernada teror.
Belakangan, Mensesneg Prasetyo Hadi meminta dilakukan investigasi menyeluruh terhadap teror yang dialami konten kreator.
"Iya, lah, kami minta semua dilakukan investigasi," kata Prasetyo, seusai mengikuti retret di Bogor, Selasa (6/1) kemarin. (ast/jpnn)
Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Aristo Setiawan



