Gunakan Teknik Overlay, Jl Hertasning Mulus Bertahap

harianfajar
1 hari lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Ruas Jl Hertasning, Kota Makassar mulai mulus secara bertahap. Lubang-lubang menganga satu per satu ditangani.


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menganggarkan senilai Rp430 miliar untuk paket I preservasi jalan. Jl Hertasning merupakan salah satu ruas prioritas pada paket I.


Anggaran Rp430 miliar itu dialokasikan untuk menangani 300 km jalan yang memanjang dari Kota Makassar higga perbatasan Kabupaten Bulukumba.

Paket I merupakan salah satu dari lima paket yang menjadi program prioritas Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dalam Multi Years Projecjt (MYP) Rp3,7 Triliun dengan sekma penganggaran multiyears 2025-2027.


Jl Hertasning sendiri merupakan salah satu ruas yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat karena tingak kerusakannya yang tinggi. Selain itu, ruas ini padat lalu lintas karena merupakan penghubung antara Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.

Dalam pantauan FAJAR, pada Minggu, 4 Januari, sebagian besar ruas Jl Hertasning sudah mulus.

Penanganan ruas tersebut dengan overlay atau teknik perbaikan jalan dengan menambahkan lapisan aspal baru di atas permukaan yang sudah ada, tanpa pembongkaran total, untuk memulihkan kualitas, memperbaiki kerusakan ringan hingga sedang (retak, lubang, tidak rata), meningkatkan keamanan dan kenyamanan, serta memperpanjang umur jalan secara lebih hemat biaya dan cepat dibandingkan rekonstruksi total.


Bagian ruas yang selama ini berlubang seperti di depan Kimia FARMA, depan PLN, dan Rumah Sakit Grestelina, yang seringkali memakan korban kecelakaan sudah tertangani.

Ruas jalan tampak mulus dengan aspal baru, bukan lagi hanya sebatas penanganan darurat dengan paving block seperti di tahun-tahun sebelumnya.


Ruas jalan yang sudah tertangani mulai dari arah Jl AP Pettarani hingga sebelum pertigaan Jl Toddopuli Raya, dan dari arah sebaliknya, atau pengerjaan pada dua jalur. Namun, sekitar lebih dari 1 km sebelum jembatan yang memisahkan Jl Hertasning dan Jl Aroepala masih mengalami kerusakan.

Lubang-lubang menganga di sekitar ruas setelah jembatan dari arah Jl Aroepala masih berserakan, dengan diameter setengah meter hingga 1 meter. Yang terparah ada di sekitar pertigaan ke arah Minasa Upa.

Kepala Dinas BMBK Sulsel Andi Ihsan menjelaskan bahwa pada ruas paket I, ada beberapa perlakuan berbeda dalam perbaikan jalan. Khusus Jl Hertasning dengan menggunakan skema overlay.

Alasannya, karena perlakuan awalnya adalah aspal sehingga lebih efektif dengan overlay.
Sementara untuk ruas Jl Aroepala dan lanjutannya hingga ke Bili-Bili, Gowa, sebagian besar dengan skema rigid.


“Aroepala ke sana itu ada sedikit yang rigid, kemudian ke sananya lagi rigid, karena perlakuan ruas jalan itu bukan hanya overlay saja, ada pengerjaan baru, ada pengerjaan darurat, ada pengerjaan rigid. Setiap ruas yang dilewati berbeda-beda perlakuannya, dilihat dari kondisi jalannya,” terang Ihsan.


Ihsan menjelaskan bahwa saat ini untuk tahap pertama ruas Jl Hertasning menjadi prioritas, dan mendahulukan pengerjaan dengan overlay. Sementara untuk ruas yang akan ditangani dengan rigid akan menyusul pengerjaannya.


Misalnya, pada ruas menuju Bili-bili, karena pada tahun sebelumnya pemprov sudah menangani dengan skema rigid. Tahun ini akan menggunakan material yang sama, bukan aspal seperti Jl Hertasning.


“Ada beberapa perlakuan,bukan hanya aspal saja penanganannya. Tahun ini bisa lebih banyak ruas. Sistem pengerjaannya kita prioritaskan yang mana harus disegerakan, nanti kita lanjutkan pada tahap kedua,” tandas Ihsan.


Salah seorang pengendara, Ahmad (44) mengungkapkan apresiasinya kepada pemprov karena sudah mulai menangani ruas Jl Hertasning.

Ia mengutarakan selama ini ruas Hertasning sering memakan korban pada malam hari. Sebab, lubang-lubang sangat besar dengan kendaraan yang melintas sangat padat, sehingga membahayakan pengendara yang melintas, khususnya sepeda motor.


“Sekarang sudah lumayan karena mulai ditangani. Terutama di depan RS Grestelina yang cukup bahay lubangnya selama ini,” katanya.


Di satu sisi, ia berharap agar pemprov juga segera menyelesaikan sebagian ruas Jl Hertasning hingga Aroepala yang belum tertangani. Sebab, kata ia, lubang tersebut seringkali tidak tampak saat hujan tiba karena tergenang air.


“Kalau sudah hujan itu lubang bukan cuma licin saja, tapi tidak kelihatan. Bahaya kadang orang melintas. Semoga cepat juga diaspal itu,” tandasnya. (uca)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Demi Ciduk Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump Bersama Tentara AS Buat Taktik Mengerikan
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Boni Hargens: Rekomendasi Kompolnas Normatif Saja Soal Reformasi Polri
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Sebagian Wilayah DKI Jakarta Diprakirakan Diguyur Hujan Ringan Hari Ini
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejagung Usut Korupsi Tambang Nikel di Konawe Utara, KPK: Kami Berharap Bisa Dituntaskan
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Musuh Besar AS "Tercekik", Negara di Ambang Kekacauan Besar
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.