REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak berhak memerintahkan AS untuk berperang di Venezuela. Pernyataan tersebut ditegaskan Senator Bernie Sanders tentang aksi militer AS di negara Amerika Selatan itu yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.
"Amerika Serikat tidak berhak mengatur Venezuela," kata politikus senior AS itu melalui akun Instagram pribadinya, yang dilihat pada Senin (5/1).
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Tangan Diborgol dan Memakai Rompi Tahanan, Nadiem Makarim Jalani Sidang Perdana
- Mantan Polisi Pembunuh Kekasihnya Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana
- Respons Serangan Amerika, Kim Jong Un Luncurkan Dua Rudal Balistik Sekaligus
Sanders mengatakan Kongres harus segera mengesahkan resolusi baru untuk mengakhiri operasi militer ilegal tersebut dan menegaskan kembali tanggung jawab konstitusionalnya.
Ia menegaskan tindakan AS itu jelas melanggar hukum internasional dan berpotensi mendorong para pemimpin dunia menyerang negara lain untuk merebut sumber daya alam atau mengganti pemerintahan.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Sanders menyebut pendekatan tersebut sebagai 'logika mengerikan' yang digunakan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membenarkan serangan Rusia ke Ukraina.
Menurut Sanders, Trump dan pemerintahannya berupaya menghidupkan kembali 'Doktrin Monroe' — pandangan yang menganggap AS berhak mendominasi Amerika Latin secara sepihak — serta secara terbuka menunjukkan ambisi menguasai cadangan minyak Venezuela terbesar di dunia.
"Ini adalah imperialisme terang-terangan. Ini mengingatkan kita pada babak-babak paling gelap intervensi AS di Amerika Latin, yang telah meninggalkan warisan mengerikan. Hal ini akan dan harus dikutuk oleh dunia demokrasi," katanya.
Sanders meminta Trump fokus menyelesaikan krisis di dalam negeri dan mengakhiri tindakan militer di luar negeri. Ia menilai Trump gagal menjalankan tugasnya memimpin AS.
Sebelumnya, Trump pada Sabtu mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan operasi militer skala besar di Venezuela. Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.
Trump juga mengatakan AS akan "mengelola" Venezuela hingga transisi pemerintahan berlangsung dengan aman serta memperbaiki infrastruktur minyak negara tersebut yang disebutnya "rusak."
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F20%2F2600112a193b8869a007f46fe431b321-antarafoto_kpk_tahan_bupati_bekasi_1766206457.jpg)

