Penulis: Hesti D. Ameliasari
TVRINews, Kota Banjarmasin
Ratusan kilogram benih padi milik Mahfud, salah satu petani di Sungai Lulut Dalam, Banjarmasin, terpaksa dijemur untuk meminimalkan kerusakan akibat terendam banjir. Benih padi yang telah dirawat selama beberapa bulan terakhir tersebut kini mengalami penurunan kualitas setelah banjir datang secara tiba-tiba.
Mahfud mengaku tidak sempat mengevakuasi hasil panennya karena debit air naik dengan cepat. Akibatnya, benih padi tersebut tidak lagi layak dijual dan hanya bisa dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi.
“Bibit sudah tidak dapat diselamatkan karena terendam, meski sempat dipertahankan namun akhirnya tenggelam,” ungkap Mahfud, Senin, 5 Januari 2026.
Saat ini sekitar 2.600 hektare sawah dari empat kelompok tani terancam gagal panen. Cuaca ekstrem dalam lima tahun terakhir menyebabkan siklus tanam sulit diprediksi, sehingga petani kerap mengalami kerugian.
Para petani mendesak pemerintah segera memberikan solusi. Selain perbaikan sistem drainase, mereka berharap adanya subsidi pupuk serta penekanan harga bibit padi untuk mengurangi beban biaya produksi.
Editor: Redaktur TVRINews



