CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Fenomena komunitas Indonesia yang tumbuh kuat di luar negeri bukan lagi cerita langka. Di berbagai penjuru dunia, terdapat kawasan yang oleh warganya disebut sebagai “kampung Indonesia”. Bukan karena berada di dalam Republik Indonesia, tetapi karena budaya, bahasa, dan tradisi Indonesia tetap hidup di sana.
Merangkum berbagai sumber, berikut tiga kota di luar negeri yang menjadi rumah bagi identitas Indonesia yang unik.
1. Kampung Surabaya di Amerika Serikat
Di kota Philadelphia, Amerika Serikat, ada kawasan yang dikenal sebagai Kampung Surabaya karena menjadi tempat berkumpulnya komunitas warga asal Surabaya dan Jawa Timur yang menetap di Amerika Serikat.
Mengutip Timenews, banyak penduduk di kawasan ini tetap berbicara bahasa Jawa khas Surabaya dalam kehidupan sehari-hari dan mempertahankan tradisi serta makanan khas Indonesia.
Dalam catatan Wikipedia, Philadelphia sendiri merupakan kota terbesar di negara bagian Pennsylvania dengan populasi lebih dari 1,6 juta jiwa menurut sensus AS 2020. Sekitar 15,0% dari penduduknya lahir di luar negeri, menunjukkan keberagaman komunitas imigran yang tinggal di kota ini.
Komunitas diaspora Indonesia di Philadelphia, meskipun kecil dibanding kelompok Asia lainnya, terus mempertahankan budaya melalui pertemuan, makanan, hingga musik Indonesia.
2. Negeri Tirai Bambu Rasa Indonesia
Di Distrik Zhu Ba, Kota Xiamen, Provinsi Fujian, terdapat kawasan bernuansa Indonesia yang dikenal luas sebagai Hua Qiao Xin Cun, sebutan yang berarti “kampung perantau”.
Kawasan ini dihuni oleh para mantan perantau Tionghoa yang pernah tinggal di berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Mereka kembali ke Tiongkok tetapi membawa serta budaya Indonesia yang kuat. Di kampung ini, lagu-lagu Indonesia, makanan khas seperti kerupuk dan pepes, serta kebiasaan sosial khas Tanah Air mudah ditemui.
Walau bukan tempat tinggal eksklusif warga Indonesia, suasana Indonesia tetap kental karena pengalaman sejarah perantau yang pernah lama berpindah antara Asia Tenggara dan Tiongkok.
3. Clayton Mini Indonesia di Australia
Di Melbourne, tepatnya di kawasan suburb Clayton, Victoria, suasana Indonesia juga terasa kental meski dalam cara yang berbeda. Clayton adalah daerah multikultural dengan ribuan warga dari berbagai negara, termasuk komunitas Asia dan Indonesia.
Menurut data Wikipedia 2021, penduduk Clayton kurang lebih 18.988 orang dengan beragam latar belakang etnis dan budaya, menciptakan komunitas yang sangat beragam.
Komunitas Indonesia di Melbourne sendiri termasuk dalam bagian dari Indonesian Australians, yang menurut sensus terbaru berjumlah puluhan ribu warga yang lahir di Indonesia dan berdomisili di Australia.
Di kawasan ini, nuansa Indonesia terwakili lewat warung makanan khas Indonesia, pertemuan komunitas, serta kegiatan sosial yang mempererat hubungan antar-warga diaspora Indonesia dan Australia.
Mengutip laman Sekretariat Negara, data terbaru menunjukkan bahwa diaspora Indonesia tersebar di lebih dari 120 negara di seluruh dunia, dengan jumlah diperkirakan mencapai lebih dari 8 juta orang yang tinggal atau berkeluarga di luar negeri.
Komunitas seperti Kampung Surabaya di Philadelphia, Hua Qiao Xin Cun di Xiamen, dan perkampungan Indonesia di Melbourne adalah contoh nyata bagaimana budaya Indonesia tetap hidup dan berkembang meski jauh dari tanah kelahiran. Mereka tidak hanya membawa kenangan, tetapi juga membuka peluang baru untuk mempromosikan budaya Tanah Air di panggung global.



