Ingin Lolos dari Zona Degradasi, Persis Solo Siap Tebus Pemain Andalan Persib Bandung dan Persija Jakarta

harianfajar
1 hari lalu
Cover Berita

FAJAR, SOLO — Terpuruk di dasar klasemen dan belum menemukan titik balik hingga memasuki paruh musim, Persis Solo bersiap melakukan langkah ekstrem. Manajemen Laskar Sambernyawa dikabarkan akan agresif di bursa transfer demi menyelamatkan klub dari ancaman degradasi Super League Indonesia.

Hingga pekan ke-16, Persis Solo masih menjadi juru kunci klasemen sementara dengan raihan tujuh poin. Dari total 16 pertandingan, mereka baru mencatat satu kemenangan, sebuah catatan yang membuat peluang terlempar ke Championship semakin nyata jika tak ada perubahan signifikan.

Situasi genting ini memaksa Persis Solo menyiapkan pembenahan serius jelang dibukanya jendela transfer paruh musim. Dua nama besar pun mencuat sebagai target potensial: Febri Hariyadi dari Persib Bandung dan Alfriyanto Nico dari Persija Jakarta.

Kedua pemain tersebut dinilai memiliki karakter yang dibutuhkan Persis Solo—cepat, eksplosif, dan berpengalaman di level tertinggi—namun tengah kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di klub masing-masing.

“Persis Solo dihubungkan dengan dua pemain ini (Febri Hariyadi dan Alfriyanto Nico) untuk menambah amunisi di sisa musim. Apakah dua sosok ini memang dibutuhkan Laskar Sambernyawa untuk bisa selamat?” tulis akun Instagram Transfermarkt.com.

Febri Hariyadi merupakan ikon Persib Bandung yang menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama Maung Bandung. Ia telah mengoleksi dua gelar juara liga, namun musim ini perannya mulai tergerus.

Pada musim 2025/2026, Febri baru tampil dalam delapan pertandingan di dua kompetisi. Kedatangan winger asing serta kehadiran pemain Timnas Indonesia Eliano Reijnders yang mengisi sektor sayap kanan membuat Febri lebih sering menghuni bangku cadangan.

Situasi serupa juga dialami Alfriyanto Nico di Persija Jakarta. Pemain berusia 22 tahun itu hanya mencatatkan lima penampilan dengan satu assist sepanjang musim ini.

Masuknya Bruno Tubarao asal Brasil yang diplot sebagai fullback kanan, serta keberadaan Rio Fahmi, membuat Nico terlempar hingga menjadi pilihan ketiga.

Padahal, Nico bukan nama sembarangan. Ia kerap dipinjamkan demi mendapatkan jam terbang. Pada 2023, ia memperkuat PSIM Jogja di Liga 2, lalu tampil impresif bersama Dewa United pada musim 2024, membantu tim tersebut finis di posisi runner-up klasemen.

Performa itu pula yang membuat Persija kembali memasukkan Nico ke skuad utama musim ini, meski realitanya menit bermain tetap minim.

Bagi Persis Solo, mendatangkan Febri dan Nico bukan sekadar transfer biasa, melainkan taruhan hidup-mati untuk bertahan di kasta tertinggi. Dengan sisa musim yang semakin menipis, setiap keputusan di bursa transfer bisa menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BNPB Kerahkan Mahasiswa Teknik ke Daerah Bencana Sumatera: Data Rumah Rusak
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Istana Beberkan Alasan Prabowo Absen Ketum Parpol di Retret: Ingin Koalisi Solid
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Top 3 News: Richard Lee Jadi Tersangka, Buntut Saling Lapor dengan Doktif
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Kemendagri Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat BPBD di Seluruh Daerah
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Lebih dari 200.000 Orang Gunakan Kereta Api di Daop 3 Cirebon selama Nataru
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.