OTORITAS keamanan Swiss akhirnya menuntaskan proses identifikasi terhadap seluruh korban tewas dalam insiden kebakaran maut di sebuah bar kawasan resor Crans-Montana. Kepolisian Kanton Valais memastikan 40 jenazah yang tewas dalam tragedi malam pergantian tahun itu kini telah dikenali sepenuhnya.
Kepastian ini menyusul keberhasilan tim forensik mengidentifikasi 16 jenazah terakhir pada Minggu (4/1). "Sebanyak 16 korban terakhir telah berhasil diidentifikasi," tegas Kepolisian Valais dilansir dari Antara, Senin (5/1).
Para korban terakhir yang teridentifikasi terdiri dari remaja dan dewasa muda dengan rentang usia 14 hingga 33 tahun. Mereka berasal dari berbagai negara, termasuk tiga warga negara (WN) Swiss, tiga WN Italia, dan enam WN Prancis. Selain itu, terdapat pula korban berkewarganegaraan Portugal, Belgia, serta individu dengan kewarganegaraan ganda Swiss-Prancis dan tripel Prancis-Israel-Inggris.
Kerja Keras Tim DVIOperasi identifikasi ini melibatkan kerja sama intensif antara kepolisian setempat, tim Disaster Victim Identification (DVI), dan Institut Kedokteran Forensik. Sebelumnya, pada Sabtu (3/1), petugas juga telah merilis identitas korban yang mayoritas merupakan warga lokal Swiss.
Demi menghormati privasi keluarga yang sedang berduka, kepolisian menyatakan tidak akan merilis detail tambahan mengenai profil para korban untuk saat ini.
Dugaan Kelalaian FatalBersamaan dengan tuntasnya proses identifikasi, fokus penegak hukum kini beralih ke ranah pidana. Jaksa Agung Valais, Beatrice Pilloud, mengungkapkan bahwa kebakaran dipicu oleh percikan kembang api (sparklers) pada botol sampanye yang menyambar plafon bar.
Pihak berwenang telah menetapkan dua manajer bar sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan pasal berlapis, yakni pembunuhan karena kelalaian, menyebabkan cedera karena kelalaian, dan pembakaran akibat kelalaian.
"Asas praduga tak bersalah tetap berlaku hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," pungkas pernyataan kepolisian Valais. Selain menewaskan 40 orang, insiden ini juga menyebabkan 119 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan beberapa di antaranya masih dalam kondisi kritis. (Ant/Z-10)





