Jakarta, ERANASIONAL.COM – Angelina Jolie, aktris pemenang Oscar sekaligus aktivis kemanusiaan, kembali menjadi sorotan publik setelah memutuskan menjual rumah mewahnya di Los Angeles. Properti bersejarah milik sutradara legendaris Cecil B. DeMille yang ditempati Jolie sejak 2016 itu kini resmi dipasarkan dengan harga fantastis, sekitar 25 juta dolar AS (Rp 392 miliar).
Keputusan ini bukan sekadar transaksi properti, melainkan simbol peralihan fase hidup Jolie. Setelah bertahun-tahun berkutat dengan gemerlap Hollywood dan drama perceraian panjang dengan Brad Pitt, Jolie ingin menata ulang kehidupannya. Ia disebut ingin lebih banyak menghabiskan waktu di New York, tempat ia membangun bisnis fesyen berupa kolektif kreatif dan butik eksklusif.
Selain itu, Jolie juga berencana menetap lebih lama di Kamboja, negara yang memiliki arti mendalam baginya. Ia bahkan menerima kewarganegaraan kehormatan dari pemerintah Kamboja karena kontribusinya dalam bidang kemanusiaan. Di sana, Jolie menemukan privasi dan ketenangan yang sulit ia dapatkan di Los Angeles.
Langkah ini juga bertepatan dengan momen penting dalam keluarganya. Jolie sebelumnya menyatakan akan tetap tinggal di Los Angeles hingga anak-anaknya berusia 18 tahun. Pada Juli mendatang, si kembar Knox dan Vivienne akan mencapai usia tersebut, sehingga Jolie merasa waktunya tepat untuk pindah.
Dengan meninggalkan Los Angeles, Jolie ingin menutup babak lama penuh konflik hukum dan membuka ruang bagi kehidupan yang lebih tenang, privat, dan bermakna.
Rumah yang dijual Jolie bukanlah properti biasa. Hunian mewah di kawasan elit Los Angeles tersebut merupakan aset bersejarah yang ditaksir memiliki nilai mencapai 25 juta dollar AS atau sekitar Rp 392,5 miliar. Penjualan ini menjadi simbol bahwa Jolie benar-benar ingin memutus ikatan dengan hiruk-pikuk industri film yang sering kali membawa tekanan emosional baginya.
Keinginan Jolie untuk pergi dari LA sebenarnya sudah terencana sejak lama. Ia pernah menyatakan bahwa ia akan bertahan di kota tersebut hanya demi anak-anaknya. Jolie menunggu hingga seluruh anaknya genap berusia 18 tahun untuk memastikan mereka memiliki stabilitas selama masa pertumbuhan.
Momen transisi ini akan mencapai puncaknya pada Juli 2026, bertepatan dengan ulang tahun si kembar Knox dan Vivienne yang ke-18. Setelah itu, Jolie merasa memiliki kebebasan penuh untuk menetap di mana pun ia mau.
Bagi Jolie, Los Angeles telah menjadi saksi bisu pertempuran hukum selama delapan tahun melawan mantan suaminya. “Dia tidak bisa lepas dari drama jika tetap di sana,” ujar seorang sumber dekat kepada Page Six. Dengan pergi, Jolie berharap dapat menyembuhkan luka lama dan fokus pada hal-hal yang benar-benar ia anggap bermakna bagi jiwa dan masa depannya.
Langkah Angelina Jolie ini membuktikan bahwa kesuksesan finansial dan ketenaran bukanlah segalanya jika tidak dibarengi dengan ketenangan batin. Di usia yang semakin matang, ia memilih untuk menjadi “nakhoda” bagi hidupnya sendiri.


