Masjid Al-Huda di Pedukuhan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, sudah telanjur dibongkar oleh warga. Namun, donatur yang dijanjikan hingga kini tak kunjung memberi kabar.
Padahal, biaya pembangunan masjid satu-satunya di pedukuhan tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,8 miliar.
“Memang biayanya cukup tinggi. Sebenarnya kami akan memulai pembangunan setelah Lebaran. Kami akan membangun masjid berukuran besar dengan anggaran kurang lebih Rp 1,8 miliar,” kata Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Huda, Budi Antoro, melalui sambungan telepon, Senin (5/1).
Donatur disebut berjanji akan membangun masjid dengan syarat bangunan lama terlebih dahulu dirobohkan.
Warga menduga telah ditipu oleh sosok berinisial H asal Kapanewon Ngawen. Awalnya komunikasi berjalan lancar, namun setelah masjid dibongkar, H menghilang.
H disebut mencatut nama yayasan dan tokoh tertentu. Hal itu diketahui warga setelah mereka melakukan pengecekan langsung kepada pihak-pihak yang disebutkan.
“Memang benar ada yayasan seperti yang dijanjikan H, tetapi belum ada persetujuan resmi atau acc donasi kepada kami. Ceritanya seperti itu,” jelasnya.
Karena bangunan sudah telanjur dibongkar, warga kini bergerak mencari donasi secara mandiri. Menurut Budi, sudah ada beberapa donasi yang masuk. Warga berupaya semaksimal mungkin agar masjid dapat kembali berdiri.
“Bangunan sudah rata dengan tanah. Hari ini kami memulai pembuatan fondasi talud untuk memulai pekerjaan sedikit demi sedikit. Dana yang sudah ada kami gunakan untuk bergerak,” tuturnya.
Meski merasa telah ditipu, warga mengaku tidak akan melaporkan kasus ini ke kepolisian.
“Kami tidak akan menuntut secara hukum. Biarlah Allah sendiri yang menghukum beliau,” pungkasnya.





