Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyebut jika Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai angka yang signifikan. Dimana, pada awal Januari 2026, jumlah penerima manfaat telah mencapai 55 juta orang di seluruh Indonesia.
“Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat. Artinya, setiap hari negara hadir memberi makan 55 juta rakyatnya,” ujar Presiden Prabowo di perayaan Natal Nasional di Tennis Indoor Stadium Senayan, di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat pada Senin, 5 Januari 2026.
Tak hanya itu, ia menuturkan jika hingga saat ini pemerintah terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program MBG.
Presiden Prabowo menyampaikan, bahwa program MBG diluncurkan berangkat dari keprihatinannya terhadap kondisi gizi anak-anak di berbagai daerah.
Mantan Menhan ini mengaku, dirinya kerap menemukan anak-anak usia sekolah yang mengalami pertumbuhan tidak optimal akibat kekurangan gizi.
“Saya melihat langsung di desa-desa, anak usia sembilan hingga sebelas tahun tetapi pertumbuhannya seperti anak usia empat tahun. Itu karena kurang gizi, dan ini tidak boleh kita biarkan,” ujarnya.
Presiden Prabowo menerangkan, jika kebijakan MBG juga didasarkan pada pengalaman berbagai negara yang telah lebih dulu menjalankan program serupa.
Ia mencontohkan India dan Brasil yang menjadikan makan bergizi sebagai program strategis nasional.
“Sudah ada sekitar 76 negara di dunia yang menjalankan program makan bergizi. Ini bukan eksperimen, tetapi kebijakan yang terbukti,” katanya.
Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa para pakar internasional menilai program MBG sebagai investasi jangka panjang yang sangat bernilai.
Menurut kajian lembaga riset internasional, setiap rupiah yang dialokasikan untuk pemenuhan gizi anak berpotensi memberikan dampak ekonomi berlipat di masa depan.
Namun demikian, Presiden menegaskan bahwa tujuan utama MBG bukanlah semata keuntungan ekonomi, melainkan memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.
“Saya hanya tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kekurangan gizi. Bagi yang sudah mapan mungkin tidak terasa, tetapi bagi anak-anak di banyak daerah, makan bergizi itu sangat penting,” tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews




