Insiden Pipa Gas Bocor di Riau Mengancam Lifting Minyak Nasional

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Upaya memompa lifting minyak nasional mendapat sandungan pada awal tahun seiring adanya insiden kebocoran pipa gas yang mengganggu produksi salah satu blok migas terbesar di Indonesia. Gangguan ini membuat target lifting minyak sebesar 610.000 barel per hari (bph) pada tahun ini makin menantang.

Pada Jumat (2/1/2026) sore, pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang berlokasi di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, mengalami kebocoran disertai semburan api setinggi sekitar 15 meter.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan insiden kebocoran pipa gas tersebut mengganggu kegiatan operasional minyak dan gas bumi (migas) di Blok Rokan, yang merupakan salah satu penyumbang lifting minyak terbesar di Tanah Air. 

Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pipa gas yang berlokasi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau itu juga berpotensi memengaruhi produksi minyak nasional pada awal 2026.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Oleh karena itu, Laode mengatakan, pihaknya terus berupaya menangani kebocoran pipa gas tersebut. Hal ini menjadi keniscayaan demi mengejar target lifting minyak sebesar 610.000 bph pada 2026.

"Untuk awal tahun itu perlu kita pulihkan ya karena nanti berdampak pada proyeksi akhir tahun kita yang 610.000. Jadi kita harus buru-buru agar pipa ini segera bisa tersambung," ujar Laode, dikutip Selasa (6/1/2025). 

Baca Juga

  • Kejar Lifting Minyak 610.000 Barel, ESDM Geber EOR hingga Reaktivasi Sumur Idle
  • Bahlil Pede Lifting Minyak 2025 Lampaui Target APBN, Ini Strateginya
  • ESDM Beberkan Strategi Kejar Target Lifting Minyak 610.000 Barel pada 2026

Laode menambahkan bahwa TGI juga umumnya menyuplai gas untuk pembangkitan listrik wilayah-wilayah di Rokan. Menurutnya, banyak mesin-mesin pompa angguk di sana yang dibangkitkan dengan listrik dan gasnya dari pipa tersebut.

"Ini harus segera kita selesaikan," tegas Laode.

Berdasarkan catatan Bisnis, produksi minyak Blok Rokan secara year to date (ytd) hingga Oktober 2025 mencapai 151.000 barel per hari (bph). Namun, angka tersebut masih di bawah target yang direncanakan operator, yakni PT Pertamina Hulu Rokan sebesar 167.000 bph.

Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Regional Sumatra Ruby Mulyawan mengatakan, terdapat penurunan produksi di Blok Rokan yang tak lepas dari gangguan pasokan listrik dan gas. Ruby menyebut, pasokan listrik dari PT PLN (Persero) dan PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) pernah mengalami majeure shutdown sebanyak dua kali.

"Sehingga produksi turun dan bisa dilihat di sini pelan-pelan naik lagi, terus turun lagi. Kami mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya di tahun depan," ucap Ruby dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (12/11/2025).

Di samping itu, ketersediaan suplai gas yang lebih rendah dibandingkan kebutuhan operasional, juga menjadi hambatan. Ruby menjelaskan, pihaknya membutuhkan gas sebesar 210 hingga 220 miliar British thermal unit per hari (BBtud).

Namun, sejak November 2024, pihaknya kekurangan gas sekitar 20 hingga 25 BBtud. Padahal, kata dia, jika kebutuhan gas terpenuhi pihaknya mampu memproduksi tambahan minyak hingga 2.500 bph.

Menurutnya, kurangnya pasokan listrik dan gas mengakibatkan penurunan total power supply Rokan dan produksi steam sehingga perlu mematikan sumur produksi dan penurunan injeksi steam yang mengakibatkan penurunan produksi.

"Jadi dua hal itu yang jadi kendala yang harus ditindaklanjuti di tahun depan," ucap Ruby.

Adapun, untuk produksi minyak pada 2026, pihaknya menargetkan di level 154.000 bph. Angka ini lebih rendah dibanding target pada 2025, yakni 167.000 bph. 

Target Berat Lifting Minyak 

Di sisi lain, target pemerintah menggenjot lifting minyak dari 605.000 bph pada 2025 menjadi 610.000 bph pada 2026 dinilai akan sukar dicapai.

Praktisi Migas Hadi Ismoyo berpendapat, sebagian besar lapangan di Indonesia sudah pada posisi mature field atau tua dan yang water cut-nya (kandungan air) sudah tinggi.

"Sehingga decline rate-nya juga sangat tinggi. Wellbore sering terjadi water block yang mati tiba-tiba," ucap Hadi kepada Bisnis.

Mantan Sekjen Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) itu memprediksi lifting minyak RI berada di level 570.000 hingga 580.000 bph pada 2026.

Menurutnya, pada 2026, tidak ada optimasi pengembangan lapangan (OPL) hingga rencana pengembangan lapangan (plan of development/POD) besar yang bisa menggantikan tingkat penurunan produksi (decline rate) yang tinggi. Menurut Hadi, kontribusi sebagian besar masih mengandalkan program well work.

"Kita sudah sama sama tahu bahwa kerja keras ratusan sumur dibor di suatu WKP di Sumatra, kenaikannya tidak signifikan," imbuhnya.

Dia juga berpendapat, kontribusi penerapan full scale enhanced oil recovery (EOR) yang digadang-gadang mengerek produksi, kontribusi masih relatif kecil.

Di sisi lain, eksplorasi membutuhkan waktu setidaknya 5 sampai 10 tahun untuk on stream. Hadi pun menekankan bahwa tantangan terbesar sektor migas ke depan adalah produksi semakin turun dan biaya operasi (operational expenditure/opex) naik karena biaya lifting yang semakin naik.

"Tantangan kedua adalah HSE [health, safety, and environment]. Catatan HSE tahun 2025 lumayan mengkhawatirkan. Perlu perhatian semua pihak agar 2026 menjadi lebih baik. Target produksi tinggi boleh-boleh saja. Namun, jangan sampai mengurangi kewaspadaan terkait safety procedure," tutur Hadi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Program Pencegahan Banjir di Kota Cirebon kembali Dilanjutkan Tahun Ini
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Cegah Abrasi Meluas, Kementerian PU Lakukan Penguatan pada Tebing Sungai Krueng Tiro di Pidie
• 19 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kemenhaj susun Kloter penempatan jamaah di Tanah Suci
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Subianto Mengaku Ingin Berprestasi Menurunkan Harga Pangan
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Lazio vs Fiorentina, Lazio Tahan Imbang Fiorentina 2-2
• 12 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.