tvOnenews.com - Penggunaan raket Carbon 18K, yang memiliki kepadatan 18.000 filamen, sering kali menjadi incaran pemula karena faktor prestise.
Namun, di balik tampilannya yang elegan dan performa tinggi bagi atlet profesional, kekakuan material ini sangat minim fleksibilitas.
Bagi pemain yang baru menjajaki olahraga padel, karakteristik raket yang sangat keras ini justru dapat memicu kesulitan teknis hingga risiko cedera. Lantas, mengapa raket 18K sebaiknya dihindari oleh pemula?
- Pixabay/LisaVanDorp
Pemain pemula biasanya belum memiliki akurasi pukulan yang konsisten. Raket 18K memiliki sweet spot (titik pukul optimal) yang sangat kecil.
Jika kamu memukul bola sedikit saja di luar titik tengah, raket yang kaku ini tidak akan membantu memantulkan bola.
Akibatnya, bola akan "mati" atau tidak menyeberang net. Untuk pemula, hal ini akan memperlambat proses belajar dan merusak rasa percaya diri.
2. Risiko Cedera Padel Elbow- Pexels/Ron Lach
Inilah alasan paling krusial. Karena permukaannya sangat keras, raket 18K tidak menyerap getaran saat berbenturan dengan bola. Getaran tersebut akan diteruskan langsung ke pergelangan tangan, siku, hingga bahumu.
Bagi otot pemula yang belum terbiasa dengan intensitas padel, tekanan repetitif ini adalah penyebab utama Epicondylitis atau padel elbow.
Menggunakan raket yang terlalu keras sebelum otot kamu siap adalah cara tercepat untuk berhenti bermain padel selama berbulan-bulan karena pemulihan cedera.
3. Kesulitan Mengontrol Bola- Unsplash/Gabriel Martin
Padel adalah olahraga tentang posisi dan taktik, bukan sekadar adu kekuatan. Raket 18K bersifat sangat reaktif; sentuhan sedikit saja bisa membuat bola melesat kencang.
Bagi pemula, raket carbon 18K akan membuat bola seringkali menghantam kaca belakang lawan secara langsung (out), karena sulitnya mengatur sensitivitas tenaga.
Alih-alih mengejar carbon 18K, mulailah dengan raket berbahan fiberglass atau carbon 3K dengan inti soft EVA foam.
Material tersebut jauh lebih lentur, mampu menyerap getaran, dan memberikan efek "pegas" yang membantu bola meluncur meski tenagamu belum maksimal.
Raket 18K adalah senjata mematikan di tangan yang tepat. Namun, bisa menjadi beban berat bagi tangan yang baru belajar.
Fokuslah pada penguasaan teknik dengan raket yang lebih bersahabat, dan biarkan ototmu beradaptasi sebelum beralih ke material yang lebih keras. (ism)




